TY - THES N1 - Dr. Karwadi, M.Ag - Digitalisasi ID - digilib78800 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78800/ A1 - Heru Yogo Purnomo, NIM.: 05410064 Y1 - 2009/07/27/ N2 - Latar belakang penelitian ini adalah bahwa konsep ilmu dalam pandangan Islam tidak mengenal dikotomi keilmuan, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Seiring pemahaman tersebut, Y?suf Al-Qaradawi menjelaskan betapa luasnya cakupan ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari, yaitu meliputi aspek metafisik, humaniora, dan materi. Namun kenyataannya masih terdapat sebagian orang, khususnya peserta didik memahami ilmu pengetahuan secara dikotomik. Ada yang hanya mempelajari ilmu agama sembari mengesampingkan ilmu umum. Dan begitu juga sebaliknya. Pemahaman seperti inilah yang memberikan pengaruh besar terhadap praktik pendidikan. Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa belajar ilmu agama di madrasah dan belajar ilmu umum di sekolah. Yang menjadi permasalahan penelitian ini adalah apa epistemologi ilmu pengetahuan menurut Y?suf Al-Qaradawi dan bagaimana implikasinya pada pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara kritis epistemologi ilmu pengetahuan menurut Y?suf al-Qaradawi serta sejauh mana implikasinya terhadap pendidikan Islam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan untuk melengkapi referensi kepustakaan bagi para pembaca maupun praktisi pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang termasuk library research dengan pendekatan filosofis. Pengumpulan data melalui studi pustaka, yang didasarkan pada data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan content analysis. Lalu, proses penyimpulannya menggunakan pola berpikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) obyek ilmu pengetahuan menurut Yusuf Al-Qara??wi sangat luas, meliputi aspek metafisik, humaniora, dan materi serta ilmu yang berkaitan dengan ketiganya. Ilmu-ilmu inilah yang seharusnya diterapkan dalam pendidikan Islam dan dipelajari oleh semua peserta didik. (2) validitas keilmuan adalah sesuai dengan nalar ilmiah. Yaitu, nalar yang sesuai dengan dalil/argumentasi (na?, empirik, dan akal), tidak mengikuti ?an, emosi dan subjektivitas, terhindar dari kekeliruan, dan mementingkan penglihatan, pengamatan dan pemikiran. (3) implikasi ilmu pengetahuan Y?suf Al-Qara??wi adalah bahwa pendidikan Islam harus diarahkan pada pengembangan ilmu agama dan ilmu umum. Y?suf Al-Qara??wi memberikan rekomendasi ilmu pengetahuan yang harus dipelajari, yaitu menguasai ilmu alam dan matematika, penggunaan nalar ilmiah, penguasaan bahasa asing, pemanfaatan metode statistik, manajemen dan perencanaan, pertimbangan pendapat pakar dan ilmuwan, pengambilan segala yang bermanfaat, dan pemberantasan tahayul dan khurafat. Jadi, tugas pendidikan Islam adalah mengembangkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari materi (alam semesta), akal dan wahyu ilahi. Ilmu pengetahuan berdasarkan hal-hal empirik kemudian diolah oleh akal dan tetap berpegang teguh pada ajaran wahyu ilahi. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - pendidikan islam; epistemologi ilmu pengetahuan; Yusuf Al-Qaradawi M1 - skripsi TI - EPISTEMOLOGI ILMU PENGETAHUAN YUSUF AL-QARADAWI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM AV - restricted EP - 119 ER -