<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>POLA MANAJEMEN DAKWAH KODASA ( KORP DAKWAH SANTRI ) PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KECAMATAN GAMBIRAN KABUPATEN BANYUWANGI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 91211034</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sufa'at Riyadi Tanjung</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian) yang dilakukan oleh Korp Dakwah Santri (Kodasa) Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangi dalam menyelenggarakan kegiatan dakwah di bidang tabligh, pendidikan, dan sosial kepada masyarakat desa-desa sekitar periode 1995–1997. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berbasis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui metode observasi, wawancara (interview), dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif untuk memberikan gambaran yang sistematis mengenai proses pengelolaan dan penerapan manajemen dakwah di lembaga tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kodasa telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen dakwah yang mengacu pada prinsip-prinsip dakwah Islam untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Penerapan perencanaan (planning) berjalan baik dan terarah sesuai klasifikasi bidang dakwah (tabligh, pendidikan, dan sosial). Pada fungsi pengorganisasian (organizing), Kodasa telah menyusun struktur dan koordinasi yang teratur, meskipun pada kegiatan sosial top manajer dipegang langsung oleh pengasuh pesantren (Kyai) dan Kodasa berperan sebagai manajer tingkat menengah. Fungsi penggerakan (actuating) menjadi elemen paling dominan melalui penekanan kerja sama, dorongan moral, serta hubungan timbal balik yang harmonis antara pimpinan, anggota, dan masyarakat. Sementara itu, fungsi pengendalian/evaluasi (controlling) dilaksanakan secara formal maupun nonformal untuk membenahi hambatan di lapangan. Pelaksanaan manajemen ini didukung oleh tanggung jawab penuh pihak pesantren, keharmonisannya hubungan pimpinan-bawahan, niat jihad fi sabilillah, serta kebanggaan santri dalam menjalankan tugas. Adapun faktor penghambatnya meliputi kondisi geografis dan cuaca buruk, padatnya jadwal kegiatan internal pesantren, keterbatasan transportasi, serta kurangnya sarana dan prasarana dakwah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.6 Dakwah dan Penyiaran Islam</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Manajemen Dakwah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">1998-06-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>