@phdthesis{digilib78804, month = {November}, title = {SEJARAH TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI TEMANGGUNG TAHUN 1980-2000}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 97122053 Chumila Reni Liana}, year = {2002}, note = {Drs. Dudung Abdurahman, M.Hum. - Digitalisasi}, keywords = {Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, Temanggung, K.H. Mandhur, K.H. Achmad Bandanuji, Suluk, Koperasi Tarekat.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78804/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial budaya dan keagamaan masyarakat Temanggung yang melatarbelakangi keberadaan tarekat, sejarah masuk dan berkembangnya Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Temanggung, serta pengaruhnya terhadap kehidupan penganutnya dalam rentang tahun 1980?2000. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup empat tahapan kerja, yaitu heuristik (melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara lapangan), kritik sumber (ekstern dan intern), interpretasi data, dan historiografi dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Temanggung pertama kali diperkenalkan pada tahun 1925 oleh K.H. Mandhur yang berkedudukan di Pondok Mujahidin. Setelah K.H. Mandhur wafat pada tahun 1980, kepemimpinan tarekat dilanjutkan oleh putranya, K.H. Achmad Bandanuji, yang dibantu oleh ratusan badal yang tersebar di berbagai wilayah. Amalan ritual yang dijalankan meliputi zikir, tawajjuhan, khataman, serta kegiatan suluk (khalwat). Keberadaan tarekat ini terbukti memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat pengikutnya, di antaranya meningkatkan kesadaran spiritual dan kesempurnaan ibadah di bidang keagamaan, mendorong motivasi pendidikan keluarga, serta menggerakkan aspek sosial-ekonomi melalui pembentukan koperasi simpan pinjam tarekat.} }