TY - THES N1 - Drs. H. Abdur Rahim dan Drs. H. Fuad Zein, M.A - Digitalisasi ID - digilib78812 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78812/ A1 - Ahmad Yadi, NIM.: 9434 2166 Y1 - 1999/07/15/ N2 - Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan Ibnu Hazm mengenai sanksi hukuman yang diberikan kepada seorang muslim pelaku pembunuhan terhadap Ahl az-Zimmah serta menganalisis metode istinba? hukum yang digunakannya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitis dengan menggunakan pendekatan normatif serta analisis data deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Hazm berpandangan bahwa orang muslim yang melakukan pembunuhan terhadap Ahl az-Zimmah (baik secara sengaja maupun tidak sengaja) tidak dikenakan hukuman qisas, diyat, maupun kafarat. Sanksi hukuman pokok yang diberikan adalah dipenjara hingga pelakunya bertobat/menyesali perbuatannya. Khusus untuk pembunuhan sengaja, diberikan sanksi hukuman tambahan yang bersifat edukatif/mendidik (ta'zir). Ibnu Hazm menolak penerapan qisas dalam kasus ini karena mensyaratkan adanya persamaan keyakinan/ideologi antara pelaku dan korban (Ahl az-Zimmah tidak dapat disamakan dengan muslim). Sementara itu, hukuman diyat dan kafarat tidak diterapkan karena secara zahir nas (QS. An-Nisa: 92) tidak menyebutkan secara eksplisit berlaku bagi pembunuhan terhadap Ahl az-Zimmah. Metode istinba? hukum yang digunakan Ibnu Hazm berpatokan teguh pada empat sumber hukum (Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma' sahabat, dan Dalil) dengan menekankan pemahaman tekstual/zahir nas (zahir lafa?) tanpa melalui ta'wil maupun qiyas PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Hukuman Pembunuhan KW - Muslim KW - Ahl az-Zimmah KW - Ibnu Hazm KW - Qisas KW - Ta'zir KW - Zahiri. M1 - skripsi TI - HUKUMAN BAGI MUSLIM PELAKU PEMBUNUHAN TERHADAP AHL AZ-ZIMMAH (STUDI ATAS PEMIKIRAN IBNU HAZM) AV - restricted EP - 89 ER -