@phdthesis{digilib78818, month = {July}, title = {QISSAH BARIQI 'AINAIKA LI SAMIRAH BINTI AL-JAZIRAH AL-'ARABIYYAH (DIRASAH TAHLILIYYAH ADABIYYAH NISAIYYAH)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 99112482 Muhaimin}, year = {2006}, note = {Drs. H.A. Patah, M.Ag - Digitalisasi}, keywords = {Kritik Sastra Feminisme, Relasi Gender, Novel Bariq 'Ainaik, Samirah Binti Al-Jazirah Al-'Arabiyyah, Kesetaraan Hak.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78818/}, abstract = {Karya sastra merupakan miniatur kehidupan riil yang menampilkan tokoh dan berbagai problematika melalui permenungan mendalam. Penelitian ini menganalisis novel Bariq 'Ainaik karya Samirah Binti Al-Jazirah Al-'Arabiyyah dengan fokus pada permasalahan gender dan ide-ide feminisme. Permasalahan utama mencakup bagaimana gambaran dan relasi gender antartokoh dipaparkan, ide-ide feminis apa saja yang tercermin, serta bagaimana bentuk perjuangan dan hambatan yang dihadapi oleh tokoh utama (Syuroq) dalam memperjuangkan ide-ide feminis tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan pendekatan kritik sastra feminisme. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, sedangkan analisis data menerapkan metode deskriptif-analitis dengan kerangka teori kritik sastra feminis ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menggambarkan pola relasi gender yang dinamis. Tokoh utama, Syuroq, menampilkan citra perempuan mandiri yang memperjuangkan hak-haknya, seperti kebebasan menentukan pilihan hidup, pendidikan, pekerjaan sebagai pramugari, serta hak untuk terbebas dari dominasi dan perlakuan kasar suami. Ide-ide feminisme yang muncul menekankan pada kesetaraan hak, kemandirian ekonomi, serta pola hubungan pernikahan yang didasarkan pada rasa saling menghormati, musyawarah, dan kasih sayang (mawaddah wa rahmah). Hambatan terbesar dalam pencapaian ide-ide tersebut bersumber dari karakter patriarkal dan dominasi yang ditunjukkan oleh tokoh suami pertamanya (Walid). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perjuangan feminisme dalam novel ini berfokus pada pemenuhan kesetaraan hak dan pembebasan perempuan dari opresi kultural maupun relasional} }