TY - THES N1 - Dr. H. Sukamta, M.A. - Digitalisasi ID - digilib78828 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78828/ A1 - Sahril, NIM.: 1120411003 Y1 - 2013/05/14/ N2 - Penelitian ini mengkaji permasalahan Manajemen Pembelajaran Al-Qur'an Metode Ummi, studi kasus di SDIT Luqman Al-Hakim Yogyakarta. Studi kasus ini dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan salah satu isu penting dalam dunia pendidikan di bidang manajemen pembelajaran Al-Qur'an, yang berhasil di sekolah tersebut. Metode Ummi dijadikan rujukan utama dalam bidang pendidikan Al-Qur'an, setelah dilakukannya pergantian metode pembelajaran Al-Qur'an beberapa kali. Penelitian ini sekaligus untuk memperkenalkan kepada para guru di dunia pendidikan khususnya pendidikan Al-Qur'an, tentang metode Ummi tersebut, karena nama metode Ummi masih terasa asing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dua faktor sebagai berikut: 1) Mengapa SDIT Luqman Al-Hakim Yogyakarta mengambil kebijakan untuk menerapkan manajemen pembelajaran Al-Qur'an metode Ummi sebagai manajemen dan sekaligus metode pembelajaran Al-Qur'an? 2) Bagaimana praktik penerapan manajemen pembelajaran Al-Qur'an metode Ummi di SDIT Luqman Al-Hakim Yogyakarta? Penelitian ini memfokuskan kajian pada dua permasalahan utama, yakni: 1) Bagaimana aplikasinya manajemen pembelajaran metode Ummi, 2) Apa saja alasan mengapa metode Ummi dijadikan sebagai metode pembelajaran Al-Qur'an, dan bagaimana efektivitasnya dalam keberhasilan pembelajaran? Penelitian lapangan ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, analisa data, dan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Tinjauan yang digunakan sebagai kerangka teori yaitu "Manajemen". Teori tersebut untuk melakukan analisa, kontekstualisasi, dan sinkronisasi sesuai dengan unsur-unsur manajemen, seperti: Planning, Actuating, Controlling, dan Evaluating. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah bahwa ada 8 (delapan) pilar bangunan sistem mutu yang menjadikan suksesnya manajemen pembelajaran Al-Qur'an tersebut. Ke-8 (delapan) pilar tersebut adalah: 1) Sertifikasi guru, 2) Tahapan baik dan benar, 3) Target jelas dan terukur, 4) Mastery Learning yang konsisten, 5) Waktu memadai, 6) Quality Control yang intensif, 7) Rasio guru dan siswa yang proporsional, dan 8) Progress report setiap siswa. Selain itu, metode Ummi mempunyai gaya pengajaran dengan memakai gaya ibu, karena gaya ibu-lah yang dianggap mudah dan efektif ketika melakukan pendidikan terhadap anak-anaknya, mulai dari gaya bicara sampai tingkah laku, yang lebih banyak diserap oleh anak-anak daripada seorang bapak. Itulah sebabnya nama metode pembelajaran Al-Qur'an dinamakan dengan metode Ummi yang artinya adalah "ibuku". PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Manajemen KW - pembelajaran KW - Al-Qur'an KW - dan metode Ummi. M1 - masters TI - MANAJEMEN PEMBELAJARAN AL-QUR'AN METODE UMMI (STUDI KASUS DI SDIT LUQMAN AL-HAKIM YOGYAKARTA) AV - restricted EP - 139 ER -