<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PROBLEMATIKA PARA DAI DAN CARA MENGATASINYA DALAM MELAKSANAKAN AKTIVITAS DAKWAH DI DESA WONOKERTO TURI SLEMAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 91211120</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ari Wahyuni</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara jelas mengenai problematika yang dihadapi oleh para da'i dalam menjalankan aktivitas dakwah di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, serta mengidentifikasi upaya dan bentuk pemecahan masalah yang dilakukan para da'i untuk mengatasi problematika tersebut.&#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan di Desa Wonokerto. Subjek penelitian meliputi para da'i dan tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan dakwah di desa setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara (interview), dan studi dokumentasi di Kantor Pemerintah Desa Wonokerto. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran yang sistematis mengenai realitas tantangan dakwah di lapangan.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dakwah di Desa Wonokerto tergolong cukup marak dengan tingginya variasi kegiatan pengajian (baik pengajian umum maupun kelompok anak-anak). Namun, pelaksanaan dakwah menghadapi problematika yang variatif dari unsur subyek dakwah (da'i) dan obyek dakwah, meliputi: (1) kesulitan menerapkan metode dakwah yang tepat, (2) kesulitan menentukan materi dakwah yang sesuai kebutuhan masyarakat, (3) kesulitan mendapatkan rujukan/acuan berdakwah, (4) kesulitan pemenuhan kriteria ideal seorang da'i, serta kendala teknis dan tantangan dinamika sosial keagamaan (seperti gerakan misi non-Islam). Untuk mengatasi tantangan tersebut, para da'i berupaya meningkatkan kualitas keagamaan dan keilmuannya secara mandiri melalui peningkatan intensitas membaca buku-buku keislaman serta berguru (berguru/belajar) secara langsung kepada ulama atau kyai yang lebih alim.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.6 Dakwah dan Penyiaran Islam</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Metode Dakwah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">1998-07-17</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>