%0 Thesis %9 Skripsi %A Ilham Ikhlasul Amal, NIM.: 22106040016 %B FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI %D 2026 %F digilib:78884 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K emisi CO2; penyerapan CO2; simpanan karbon; tutupan kanopi, vegetasi riparian. %P 88 %T EMISI TRANSPORTASI DAN SERAPAN CO₂ OLEH VEGETASI RIPARIAN DI SUNGAI BOYONG YOGYAKARTA %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78884/ %X Perkembangan teknologi menyebabkan peningkatan konsumsi energi dan emisi CO2 yang memicu pemanasan global. Salah satu cara penanggulangannya adalah dengan menyerap kembali CO2 melalui mekanisme fotosintesis oleh vegetasi. Vegetasi riparian memiliki potensi tinggi untuk menyerap dan menyimpan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur, penyerapan dan penyimpanan karbon pada vegetasi riparian. Penelitian ini dilakukan di Sungai Boyong pada bulan Februari – Maret 2026. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposif pada daerah berkanopi terbuka dan tertutup. Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan plot persegi menyabuk, Pengukuran emisi CO2 transportasi dengan traffic count, dan pengukuran serapan karbon dilakukan dengan metode persamaan allometrik. Data dianalisis untuk mendapatkan nilai INP, H`, dan E serta korelasi antar variabel dengan CCA. Hasil menunjukkan bahwa daerah tertutup didominasi oleh spesies Cocos nucifera dan Leucaena leucocephala, sedangkan daerah terbuka lebih didominasi oleh spesies Swietenia macrophylla dan Inocarpus fagifer. Emisi kendaraan pada hari libur cenderung lebih tinggi dibandingkan pada hari kerja. Nilai penyerapan CO2 pada daerah tertutup (21,65% dan 27,95%) lebih tinggi dibandingkan daerah terbuka (2,01% dan 16,12%). Jumlah karbon tersimpan pada pohon di daerah tertutup lebih tinggi dan simpanan karbon rumput daerah terbuka lebih tinggi. Hasil CCA menunjukkan bahwa daerah tertutup berhubungan dengan kestabilan pohon dan semai, simpanan karbon pohon tinggi, dan lebih sejuk. Sedangkan daerah terbuka berhubungan dengan kestabilan pancang, lebih cerah, dan suhu yang lebih tinggi. Kesimpulannya adalah daerah tertutup memiliki dukungan penyerapan dan penyimpanan karbon lebih tinggi daripada daerah terbuka. %Z Dr. Eka Sulistiyowati, S.Si., M.A, M.IWM.