%0 Thesis %9 Skripsi %A Sayid Akhmadi, NIM.: 95511980 %B FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 1999 %F digilib:78917 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K ilmu hudhuri; Mehdi Ha'iri Yazdi; filsafat islam; hikmah isyraqiyyah %P 125 %T ILMU HUDHURI (Studi Terhadap Pemikiran Karya Mehdi Ha'iri Yazdi Dalarn Buku The Principles of Epistemology in Islamic Philosophy; Knowledge by Presence) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78917/ %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Ilmu Hudhuri (knowledge by presence) dalam buku The Principles of Epistemology in Islamic Philosophy: Knowledge by Presence karya Mehdi Ha'iri Yazdi, menguraikan pengaruh Ilmu Hudhuri terhadap mistisisme ('irfan), serta menjelaskan bentuk penjelasan rasional atas pengalaman mistis melalui analisis iluminasi dan language games. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis. Sumber data utama adalah buku The Principles of Epistemology in Islamic Philosophy: Knowledge by Presence karya Mehdi Ha'iri Yazdi (maupun terjemahannya) beserta literatur pendukung dalam tradisi filsafat Islam dan Isyraqiyyah. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumenter, kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode interpretasi, deskriptif-analitis, dan komparatif guna menemukan struktur pemikiran epistemologis Mehdi Ha'iri Yazdi secara utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ilmu Hudhuri menurut Mehdi Ha'iri Yazdi merupakan pengetahuan melalui kehadiran yang tidak berbasis pada konsep (non-representational) maupun korespondensi objek transitif, melainkan berakar pada kehadiran imanensi diri, pencerahan, dan emanasi antara subjek dan objek pengetahuan; (2) Penerapan Ilmu Hudhuri yang dikembangkan dari tradisi Hikmah al-Isyraq Suhrawardi dan Mulla Sadra berhasil memberikan landasan epistemologis rasional bagi mistisisme ('irfan). Meskipun pengalaman mistis asli bersifat ineffable (tak terkatakan) dan personal, pengetahuan introspektif mistis dapat dijelaskan dan dikomunikasikan secara rasional melalui analisis emanasi, konsep performative self, serta kerangka language games tanpa menghilangkan esensi spiritualnya; dan (3) Pendekatan iluminatif-analitik ini menegaskan bahwa persamaan formal mistisisme (diri-dalam-diri = Tuhan-dalam-Tuhan) merupakan bentuk kesadaran rasional manusia yang valid terhadap realitas objektif. %Z Drs. H. Muzairi, MA dan Drs. Muh. Iskak Wijaya - Digitalisasi