%A NIM.: 95512043 Ahmad Zaeni Dahlan %O Drs. Abdul Basir Solissa, M.Ag dan Drs. Mansur, M.Ag - Digitalisasi %T HUBUNGAN ANTARA AGAMA DAN FILSAFAT MENURUT IBN RUSYD %X Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan urgensi harmonisasi antara agama (syari'at) dan filsafat (hikmah), serta menganalisis empat pilar pemikiran Ibn Rusyd dalam menjembatani hubungan antara rasio (akal) dan wahyu secara beriringan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis dan epistemologis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi tekstual terhadap karya-karya utama Ibn Rusyd dan literatur pendukung. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan hermeneutis untuk menggali struktur konseptual serta dialektika fungsional antara akal dan wahyu dalam pemikiran Ibn Rusyd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hubungan antara agama dan filsafat bersifat harmonis, sejajar, dan saling melengkapi bagaikan sekeping mata uang; agama memerlukan filsafat untuk memberikan penjelasan rasional, memperkuat keyakinan dari pemikiran spekulatif, serta menafsirkan ajaran yang bersifat samar; dan (2) Ibn Rusyd menegaskan keharmonisan tersebut melalui empat pokok pemikiran utama: (a) Perintah syariat untuk mengadakan pengamatan dan penyelidikan rasional (burhan) terhadap fenomena alam sebagai wujud perintah berfilsafat demi mengenal Tuhan; (b) Penerapan metode ta'wil (penafsiran rasional) oleh kelompok al-rasikhun fi al-'ilm untuk memahami teks-teks keagamaan yang bersifat mutasyabih (samar); (c) Penetapan kaidah dan peraturan ta'wil secara ketat guna menghindari kesalahpahaman dan kesesatan interpretasi; serta (d) Hubungan dialektik fungsional antara akal dan wahyu, di mana wahyu memberikan kebenaran absolut dan petunjuk metafisik, sedangkan akal berfungsi menjelaskan serta mengartikulasikan ajaran wahyu dalam kehidupan nyata. %K Ibn Rusyd; agama dan filsafat; ta'wil; akal dan wahyu; dialektika fungsional %D 2000 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib78921