%0 Thesis %9 Skripsi %A Etik, NIM.: 05120027 %B FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA %D 2009 %F digilib:78929 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Kerajaan Demak, Walisanga, Sejarah Politik %P 94 %T KONFLIK KEKUASAAN DI KERAJAAN DEMAK (1546-1549 M) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78929/ %X Skripsi berjudul Konflik Kekuasaan di Kerajaan Demak tahun 1546–1549 M ini akan mengungkap konflik sebagai rangkaian peristiwa sejarah. Penelitian ini dilakukan berawal dari ketertarikan peneliti terhadap fenomena yang terjadi di Kerajaan Demak yang merupakan Kerajaan Islam pertama di Jawa yang ternyata dalam perjalanan sejarahnya juga dilanda konflik. Hal ini dirasa menarik karena dari berbagai sumber sejarah yang ada menyebutkan bahwa pemerintahan Kerajaan Demak didukung sepenuhnya oleh Walisanga. Untuk memudahkan proses penulisan maka disusunlah rumusan masalah di antaranya: apa latar belakang konflik yang terjadi, siapa tokoh yang terlibat, bagaimana jalannya, serta apa bentuk dan motifnya. Dan yang terakhir, apa dampak konflik terhadap perkembangan Kerajaan Demak. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sehingga menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap yakni heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan). Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi politik dengan mengambil teori konflik dari para ahli. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memaparkan masalah yang dibahas dan dapat menambah kepustakaan tentang sejarah Kerajaan Demak. Peneliti berharap tulisan ini berguna untuk masyarakat luas karena fungsi masa lalu adalah sebagai bahan evaluasi dan acuan untuk rencana mendatang. Skripsi yang lain berkenaan dengan tema yang sama yakni tentang Kerajaan Demak telah dibahas oleh peneliti sebelumnya, selain itu ada juga penelitian tentang Kerajaan Pajang dan Mataram. Oleh karena itu, peneliti berharap adanya skripsi tentang Kerajaan Demak dengan judul 'Konflik kekuasaan di Kerajaan Demak tahun 1546–1549 M' ini bisa menjadi penyambung alur sejarah dari penelitian terdahulu tentang dua kerajaan tersebut. Penelitian tentang Kerajaan Demak ini menghasilkan beberapa kesimpulan di antaranya, bahwa konflik yang terjadi di Kerajaan Demak dilatarbelakangi oleh kemajuan besar yang dicapai oleh Kerajaan Demak dalam bidang ekonomi, sehingga mendorong beberapa pihak untuk berusaha menjadi penguasa, terbunuhnya Pangeran Sedo Lepen, dan adanya perbedaan pendapat di antara Walisanga. Konflik tersebut tidak hanya didorong oleh motif balas dendam saja, tetapi lebih pada motif ekonomi dan politik. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan terhadap sumber-sumber yang ada, peneliti menyimpulkan bahwa ada keturunan Prabu Brawijaya yang merasa terpinggirkan dari kekuasaan Demak menginginkan adanya pergeseran pusat kekuasaan dan ternyata merekalah yang memperoleh kemenangan dengan berkuasanya Jaka Tingkir di Pajang. %Z Siti Maimunah, S.Ag., M.Hum - Digitalisasi