%A NIM.: 05420010 Lukmanul Hakim %O Drs. H. Ahmad Rodli, M.Pd - Digitalisasi %T TA'LIM AL NAHWU TILMIDAT AL SAF AL TSALIS BIKULIYYAH AL MU'ALIMIN AL ISLAMIYAH IBN AL QAYYIM LILBANAT JANDU BERBAH SLEMAN (Dirasah Wasfiyah wa Tahliliyah min Nahiyah at Thoriqah) %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran nahwu, metode yang digunakan dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses implemantasi metode tersebut di kelas III KMI Ibnul Qoyyim Puteri Gandu Berbah Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kasus dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah guru mata pelajaran Nahwu, dan seluruh siswi kelas III KMI (menggunakan teknik populasi). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Proses analisis data dengan analisa kualitatif, menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Proses pembelajaran nahwu di sekolah ini mengikuti kurikulum ma'had Darussalam Gontor, adapun buku wajib yang ditetapkan adalah kitab nahwu al wadlih karangan Musthofa Jarim. 2) Dalam proses pengajaran nahwu, guru menggunakan metode induktif bukan metode deduktif. 3) Pada prosesnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi metode tersebut. Faktor pendukung ialah hadirnya pengajar yang berkompeten di bidang nahwu (lulusan PBA IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan adanya ketetapan di madarasah yang menjadikan bahasa arab sebagai salah satu bahasa resmi dalam kehidupan sehari-hari. Adapun faktor penghambatnya ialah 1) Kebanyakan santriwati tidak memaksimalkan waktu yang ada untuk mempelajari dan memperdalam materi nahwu. 2) waktu yang terlampau singkat jika melihat materi yang ada. 3) Dalam proses pembelajaran metode yang ada tidak diimbangi dengan teknik atau strategi yang bervariasi dan menyenangkan. Dengan adanya beberapa faktor di atas dan untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, ada beberapa usaha yang bisa dilakuan seorang guru diantaranya: 1) guru harus lebih meningkatkan kompetensinya khususnya dalam hal penguasaan strategi belajar yang variatif dan menyenangkan. 2) guru harus selalu memotivasi santri untuk giat belajar nahwu. 3) Guru lebih memperhatikan kemampuan nahwu siswi dengan pendampingan yang intensif, pemberian tugas dan latihan yang sangat berguna bagi siswi. %K pembelajaran nahwu; metode induktif; KMI Ibnul Qoyyim Puteri; kitab Nahwu Al-Wadlih %D 2009 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib78972