<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>HADIS-HADIS TENTANG FADILAH SALAT ASAR (Studi Kritis Sanad dan Matan Terhadap Kitab Sunan An-Nasa'i)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 95531940</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sri Farihah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat kesahihan (kualitas) sanad dan matan hadis-hadis tentang keutamaan (fadhilah) shalat Asar dalam Kitab Sunan an-Nasa'i, memetakan jaringan sanad (mutabi' dan syahid) sebagai pendukung (corroboration), serta menentukan kehujjahan hadis-hadis tersebut dalam amalan keagamaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan fokus analisis kritik sanad dan matan hadis (naqd as-sanad wa al-matn). Fokus penelitian dibatasi pada dua hadis utama mengenai keutamaan shalat Asar riwayat an-Nasa'i, dengan hadis-hadis lainnya dijadikan sebagai pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran takhrij hadis pada kitab-kitab rijalul hadis dan kutubussittah. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif menggunakan kaidah kesahihan sanad (persambungan sanad, keadilan, dan kedhabitan perawi melalui penilaian jarh wa ta'dil) serta kaidah kesahihan matan (terhindar dari syadz dan 'illah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sanad kedua hadis utama tentang keutamaan shalat Asar riwayat an-Nasa'i berstatus shahih, ditandai dengan ketersambungan sanad (ittishal as-sanad) dari guru ke murid serta penilaian positif (ta'dil) dari para kritikus hadis terhadap seluruh periwayat; (2) Matan kedua hadis tersebut dinyatakan shahih karena terhindar dari kejanggalan (syadz) dan cacat tersembunyi ('illah) yang memenuhi lima syarat kesahihan hadis; dan (3) Kedua hadis tersebut berstatus maqbul (dapat diterima) serta memenuhi syarat untuk dijadikan hujjah dan pedoman amalan bagi umat Islam dalam menjaga serta menepati waktu pelaksanaan shalat Asar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.21 Ilmu Hadis</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2000-07-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>