<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>POLITIK ETNIS DALAM PEREBUTAN KEKUASAAN MENJELANG PEMILU 2009 (STUDI ATAS PARTAI POLITIK ISLAM DI KOTA PONTIANAK)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 05370038</mods:namePart><mods:namePart type="family">Khairuddin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pemilihan umum (pemilu) merupakan peristiwa politik penting dan sarana perwujudan nyata kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi modern. Melalui pemilu, masyarakat tidak hanya memilih wakil-wakilnya tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Dalam dinamika kompetisi politik yang diwarnai oleh keanekaragaman kepentingan, keberadaan etika atau moralitas politik menjadi hal esensial sebagai rambu-rambu untuk mencegah timbulnya praktik politik kotor, transaksi politik tidak sehat, dan perilaku korup. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan serta pengaruh politik etnis dalam perebutan kekuasaan menjelang Pemilu 2009 pada partai-partai yang menggunakan kendaraan Islam di Kota Pontianak. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif analitik, yaitu mendeskripsikan data empiris yang diperoleh di lapangan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan hukum Islam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa partai-partai berbasis Islam yang berkontestasi di Kota Pontianak—seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Bintang Reformasi (PBR)—menggunakan nilai, simbol, dan asas Islam sebagai landasan gerak serta daya tarik untuk menggaet pemilih Muslim dari berbagai latar belakang suku. Ditemukan bahwa pola afiliasi politik etnis cenderung terfragmentasi: etnis Melayu dan Madura berafiliasi pada PPP, etnis Melayu dan Bugis pada PKS, serta etnis Jawa dan Melayu pada PBR. Sementara itu, meskipun kepengurusan PBB didominasi oleh etnis Melayu, partai ini kurang mendapat dukungan signifikan dari etnis tersebut. Selain itu, meskipun seluruh partai Islam secara resmi menyatakan kebijakan yang inklusif dan tidak membeda-bedakan latar belakang etnis, pada kenyataannya struktur kepengurusan DPC/PC serta penetapan daftar calon legislatif (caleg) masih didominasi oleh kelompok etnis tertentu.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pemilihan Umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2009-07-16</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SYARI'AH DAN HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>