eprintid: 78985 rev_number: 9 eprint_status: archive userid: 13187 dir: disk0/00/07/89/85 datestamp: 2026-10-19 05:39:20 lastmod: 2026-10-19 05:39:20 status_changed: 2026-10-19 05:39:20 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: 199507152025052003@uin-suka.ac.id creators_name: Arif Fahrudin, NIM.: 96362595 title: TEORI KONFLIK SEBAGAI ANALISIS PERKEMBANGAN FIQH PERIODE NABI DAN MURAJIHIN ispublished: pub subjects: Sos_huk divisions: jur_pma full_text_status: restricted keywords: teori konflik; fiqh periode nabi; fiqh periode murajihin; note: Drs. H. Dahwan dan Moch. Sodik, S.Sos., M.Si - Digitalisasi abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan hukum Islam (fiqh) pada periode kenabian (Nabi) dan masa kemunduran/taklid (Murajihin) menggunakan pisau analisis sosiologis teori konflik (melalui perspektif Karl Marx, Ralf Dahrendorf, Antonio Gramsci, hingga Mazhab Frankfurt), mengidentifikasi pola-pola konflik sosial-politik yang menyertai formulasi hukum, serta memetakan bentuk konflik konstruktif versus destruktif yang memengaruhi progresivitas pemikiran hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan pendekatan sosio-historis. Sumber data primer meliputi literatur sosiologi konflik serta kitab-kitab sejarah legislasi Islam dan sejarah hukum Islam (tarikh at-tasyri'). Data dianalisis secara deskriptif-komparatif-analitis, di mana aspek sosiologis dikaji secara interpretatif dan sejarah hukum Islam dikaji secara eksploratif-komparatif untuk menarik benang merah antara struktur sosial dan produk hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Periode Nabi (khususnya fase Makkah dan Madinah) diwarnai oleh konflik struktural dan ideologis yang bersifat konstruktif-liberatif. Konflik antara risalah Islam dan status quo Jahiliyah melahirkan dialektika hukum yang progresif melalui mekanisme tadrij (evolusi hukum), koreksi atas adat yang menindas, serta ruang ijtihad kolektif (syura), sehingga fiqh mampu berfungsi sebagai pengendali sekaligus transformator sistem sosial; dan (2) Periode Murajihin diwarnai oleh konflik destruktif dan stagnasi sistemik akibat dominasi politik penguasa, fanatisme mazhab (madzhabisme sempit), friksi internal yang tidak sehat, serta "loncatan intelektual" dari fiqh minded ke tasawuf minded akibat kelelahan politik. Hal ini menyebabkan sistem fiqh kehilangan daya kontrol sosialnya dan tunduk pada kepentingan status quo kekuasaan. date: 2001-01-01 date_type: published pages: 174 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Arif Fahrudin, NIM.: 96362595 (2001) TEORI KONFLIK SEBAGAI ANALISIS PERKEMBANGAN FIQH PERIODE NABI DAN MURAJIHIN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78985/1/96362595_BAB%20I_BAB%20PENUTUP%20dan%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78985/2/96362595_BAB%20II%20sampai%20BAB%20IV.pdf