@phdthesis{digilib78996, month = {August}, title = {AKTIVITAS PENYIARAN AGAMA ISLAM RADIO KASIHKU BUMIAYU}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 89220421 Muhammad Sururi}, year = {1997}, note = {Drs. Masyhudi, BBA. - Digitalisasi}, keywords = {Penyiaran Agama Islam, Radio Kasihku Bumiayu, Dakwah Media Masa}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78996/}, abstract = {Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat menuntut hadirnya media yang efektif untuk menyebarluaskan ajaran Islam agar dapat dipahami dan dihayati oleh masyarakat. Radio merupakan salah satu media massa auditif yang efektif, terjangkau, dan bersifat fleksibel dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah tanpa terhalang jarak dan waktu. Di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, terdapat stasiun radio swasta umum yaitu Radio Kasihku yang mengkhususkan siaran keagamaannya hanya pada agama Islam. Fenomena ini menarik untuk diteliti guna memahami bagaimana proses penyiaran agama Islam dijalankan serta faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari pimpinan, staf/karyawan Radio Kasihku Bumiayu, serta para mubalig pengisi acara siaran agama Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi non-partisipan, wawancara (interview), dan dokumentasi data/catatan perusahaan. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan mengklasifikasikan dan mendeskripsikan fenomena penelitian secara obyektif. Proses aktivitas penyiaran agama Islam di Radio Kasihku Bumiayu secara umum berjalan dengan baik dan teratur sesuai program yang direncanakan. Bentuk-bentuk siaran keagamaan mencakup program ceramah subuh (Hikmah Fajar), pengajian Al-Qur'an, pemutaran adzan, sandiwara radio Islami, dan pemutaran lagu-lagu berirama qasidah. Acara keagamaan ini dikategorikan sebagai siaran pendidikan dengan porsi sebesar 15,27\% dari total seluruh siaran. Materi siaran bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis yang meliputi bidang akidah, syariat, akhlak, dan muamalah. Faktor pendukung utama meliputi kelengkapan sarana/peralatan siaran dan popularitas para mubalig pengisi acara, sedangkan hambatan yang dihadapi relatif kecil dan dapat diatasi, khususnya terkait keterbatasan waktu siaran dan pendanaan.} }