<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI NILAI KEJUJURAN DALAM AKUN INSTAGRAM&#13;
@Irfanrizkihaas</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102010065</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siti Fatimah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai kejujuran pada&#13;
konten Instagram @irfanrizkihaas menggunakan teori representasi Stuart Hall.&#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya media sosial sebagai sarana&#13;
dakwah digital yang tidak hanya menyampaikan informasi keagamaan, tetapi juga&#13;
membentuk makna dan nilai sosial di tengah masyarakat. Metode yang digunakan&#13;
adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis representasi Stuart Hall.&#13;
Data penelitian berupa empat konten video reels yang mengangkat tema kejujuran&#13;
dalam berbisnis, menjalankan ibadah haji, kehidupan rumah tangga, dan perilaku&#13;
media sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,&#13;
dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi&#13;
tanda verbal dan visual yang terdapat dalam konten. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa nilai kejujuran direpresentasikan sebagai nilai moral dan religius yang&#13;
menjadi landasan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam konteks bisnis,&#13;
kejujuran direpresentasikan sebagai sikap amanah dalam transaksi ekonomi;&#13;
dalam ibadah haji sebagai kemurnian niat dan keikhlasan beribadah; dalam rumah&#13;
tangga sebagai keterbukaan, kesetiaan, dan tanggung jawab; serta dalam media&#13;
sosial sebagai komitmen untuk menyampaikan informasi yang benar dan&#13;
menghindari penyebaran hoaks. Representasi tersebut dikonstruksi melalui&#13;
penggunaan narasi dakwah dan simbol-simbol religius seperti masjid dan Masjidil&#13;
Haram yang memperkuat makna kejujuran sebagai bagian dari ajaran Islam.&#13;
Berdasarkan perspektif Stuart Hall, makna kejujuran dalam konten Instagram&#13;
@irfanrizkihaas merupakan hasil konstruksi sosial yang dibentuk melalui bahasa&#13;
dan simbol yang digunakan dalam media. Dengan demikian, penelitian ini&#13;
menunjukkan bahwa Instagram berperan sebagai media dakwah digital yang&#13;
efektif dalam merepresentasikan dan menyebarluaskan nilai-nilai keislaman,&#13;
khususnya nilai kejujuran, kepada masyarakat.&#13;
Kata Kunci: Representasi, Nilai Kejujuran, Instagram, Dakwah Digital, Stuart&#13;
Hall.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Penyiaran Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>