<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KEKUASAAN POLITIK DALAM ISLAM PERSPEKTIF SUNNAH DAN SYI'AH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 89340665</mods:namePart><mods:namePart type="family">Musoffa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Persoalan politik, khususnya mengenai suksesi dan pemegang kekuasaan tertinggi sepeninggal Nabi Muhammad SAW, telah menjadi perdebatan historis dan teologis yang membelah umat Islam menjadi beberapa kelompok utama, terutama Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Sunni) dan Syi'ah Imamiyah. Perbedaan pandangan mendasar mengenai legitimasi, sumber kekuasaan, dan mekanisme suksesi kepemimpinan memicu lahirnya doktrin politik yang khas dari masing-masing faham. Hal ini mendorong perlunya kajian mendalam untuk membandingkan konsep kekuasaan politik dalam perspektif Sunni dan Syi'ah serta melihat implikasinya terhadap praktik politik di dunia Islam modern. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan sifat deskriptif-analitik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tekstual terhadap sumber-sumber literatur primer keagamaan serta pendekatan sosiologis-fenomenologis guna memahami konteks historis dan motif di balik pemikiran politik kedua mazhab. Metode analisis data yang diterapkan meliputi metode deduktif untuk menarik generalisasi dari pemikiran para tokoh serta metode komparatif untuk membandingkan persamaan dan perbedaan konsep kekuasaan politik antara Sunni dan Syi'ah. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Kelompok Sunni mendasarkan doktrin politiknya pada konsep khilafah, ijma (konsensus), dan bai'ah yang menempatkan rakyat sebagai penentu melalui musyawarah. Sebaliknya, kelompok Syi'ah Imamiyah mendasarkan pada doktrin imamah, wilayah (hak mutlak ahlul-bait berdasarkan penunjukan Nabi), dan 'ismah (kemasuman para imam).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.413 Perbandingan Mazhab</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">1997-08-16</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SYARI'AH</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>