%0 Thesis %9 Skripsi %A Ahmad Fadhlurrahman Qushoyyi, NIM.: 19105020036 %B FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2026 %F digilib:79054 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Mitologi, Shinto, Ritual Penyucian, Anime %P 108 %T MAKNA SEMIOTIKA RITUAL PENYUCIAN DALAM AGAMA SHINTO PADA FILM NORAGAMI ARAGOTO %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79054/ %X Penelitian ini mengkaji representasi ritual penyucian agama Shinto dalam serial animasi Noragami, adaptasi manga karya Adachitoka yang disutradarai oleh Kotaro Tamura. Kajian ini penting karena ritual penyucian Shinto masih jarang dibahas secara ilmiah, meskipun tema tersebut kerap muncul dalam berbagai anime Jepang, termasuk pada episode 9(sembilan) dan 2(dua) musim 1. Data dikumpulkan melalui dokumentasi capture adegan anime Noragami Aragoto, kemudian dianalisis menggunakan teori semiotika sinematografi (cinematographic language) Christian Metz, mengingat terbatasnya penelitian dan sumber rujukan mengenai topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual penyucian dalam animasi Noragami Aragoto direpresentasikan sebagai bentuk penebusan dosa melalui pengakuan kesalahan, khususnya oleh para shinki yang dahulu adalah manusia dan tetap memiliki kesadaran untuk berbuat dosa atau kekotoran batin, yang divisualisasikan melalui figur siluman bernama ayakashi. Film ini juga menambahkan unsur fantasi pada konsep ritual penyucian untuk menyesuaikan kebutuhan alur cerita. Penggambaran tersebut diduga bertujuan menarik minat penonton untuk lebih mengenal ritual penyucian Shinto yang sesungguhnya, sebuah praktik yang kini semakin jarang dijumpai, terutama di wilayah perkotaan Jepang. Dengan demikian, ritual penyucian dalam Noragami dapat dipahami sebagai salah satu bentuk representasi budaya-religius dalam dunia perfilman animasi. %Z Prof, Dr.Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag.