<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>MAKNA SEMIOTIKA RITUAL PENYUCIAN DALAM AGAMA SHINTO PADA FILM NORAGAMI ARAGOTO</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 19105020036</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ahmad Fadhlurrahman Qushoyyi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji representasi ritual penyucian agama&#13;
Shinto dalam serial animasi Noragami, adaptasi manga karya&#13;
Adachitoka yang disutradarai oleh Kotaro Tamura. Kajian ini penting&#13;
karena ritual penyucian Shinto masih jarang dibahas secara ilmiah,&#13;
meskipun tema tersebut kerap muncul dalam berbagai anime Jepang,&#13;
termasuk pada episode 9(sembilan) dan 2(dua) musim 1. Data&#13;
dikumpulkan melalui dokumentasi capture adegan anime Noragami&#13;
Aragoto, kemudian dianalisis menggunakan teori semiotika&#13;
sinematografi (cinematographic language) Christian Metz, mengingat&#13;
terbatasnya penelitian dan sumber rujukan mengenai topik ini.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual penyucian dalam&#13;
animasi Noragami Aragoto direpresentasikan sebagai bentuk penebusan&#13;
dosa melalui pengakuan kesalahan, khususnya oleh para shinki yang&#13;
dahulu adalah manusia dan tetap memiliki kesadaran untuk berbuat dosa&#13;
atau kekotoran batin, yang divisualisasikan melalui figur siluman&#13;
bernama ayakashi. Film ini juga menambahkan unsur fantasi pada&#13;
konsep ritual penyucian untuk menyesuaikan kebutuhan alur cerita.&#13;
Penggambaran tersebut diduga bertujuan menarik minat penonton untuk&#13;
lebih mengenal ritual penyucian Shinto yang sesungguhnya, sebuah&#13;
praktik yang kini semakin jarang dijumpai, terutama di wilayah&#13;
perkotaan Jepang. Dengan demikian, ritual penyucian dalam Noragami&#13;
dapat dipahami sebagai salah satu bentuk representasi budaya-religius&#13;
dalam dunia perfilman animasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">299.56 Agama Shinto</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>