%A NIM.: 22107020049 Dwiana Nurdianti %O Dr. Muryanti, S.Sos., M.A. %T HIPERREALITAS WAJAH KOTA: ANALISIS SIMULAKRA JEAN BAUDRILLARD TERHADAP FENOMENA PENIRUAN IKON DUNIA PADA KAWASAN PAHLAWAN STREET CENTER DI KOTA MADIUN, JAWA TIMUR %X Fenomena pembangunan destinasi wisata berbasis replika ikon dunia menjadi salah satu bentuk transformasi ruang kota pada era postmodern. Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun merupakan kawasan wisata perkotaan yang menghadirkan berbagai replikasi ikon dunia seperti Menara Eiffel, Patung Liberty, Patung Merlion, Kincir Angin Belanda, hingga replika Ka'bah dalam satu kawasan ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami latar belakang pembangunan kawasan PSC, mekanisme simulakra pada arsitektur ikon dunia, serta persepsi dan pemaknaan masyarakat terhadap kawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sebelas informan yang terdiri atas pemerintah, masyarakat lokal, dan wisatawan luar kota. Analisis data yang digunakan adalah metode Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan PSC merupakan strategi pemerintah dalam memproduksi ruang wisata berbasis citra global sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisata, menggerakkan perekonomian daerah, serta membangun citra Kota Madiun sebagai kota modern. Melalui perspektif simulakra Jean Baudrillard, replika ikon dunia di PSC tidak hanya sebagai tiruan semata, melainkan telah diproduksi menjadi realitas baru yang memiliki nilai simbolik, sosial, dan ekonomi. Pengalaman masyarakat memperlihatkan terbentuknya ruang hiperrealitas, yakni kondisi ketika visualisasi ikon global, estetika kawasan, dan representasi media sosial menghadirkan pengalaman wisata yang terasa nyata meskipun tidak memiliki keterkaitan dengan konteks budaya maupun geografis aslinya. Namun demikian, masyarakat masih menunjukkan kesadaran terhadap sifat artifisial kawasan tersebut sehingga hiperrealitas yang terbentuk tidak sepenuhnya menghapus realitas asli. Di sisi lain, dominasi simbol global menimbulkan negosiasi terhadap identitas lokal sebab berpotensi menggeser representasi budaya khas Kota Madiun dalam ruang perkotaan. %K hiperrealitas; simulakra; Jean Baudrillard; Pahlawan Street Center; pariwisata perkotaan %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib79059