<mets:mets OBJID="eprint_79073" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-10-19T17:42:39Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_79073_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>INTERNALISASI KONSEP MURAQABAH ABU HASAN AL-SYADZILI DALAM TRADISI SELASAN DI WATUCONGOL MAGELANG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105010052</mods:namePart><mods:namePart type="family">Encep Ilan Manaarul Hidayat</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tradisi Selasan di Watucongol merupakan salah satu praktik keagamaan yang memadukan pengajian, dzikir, dan amaliah Tarekat Syadziliyah sebagai sarana pembinaan spiritual masyarakat. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan tetap bertahan di tengah perubahan sosial masyarakat modern. Di sisi lain, konsep muraqabah dalam ajaran Abu Hasan al-Syadzili selama ini lebih banyak dikaji sebagai konsep tasawuf yang bersifat normatif, sementara implementasi dan penghayatannya dalam praktik kehidupan masyarakat masih relatif sedikit mendapat perhatian akademik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana konsep muraqabah dipahami sekaligus diwujudkan dalam pengalaman spiritual jamaah melalui Tradisi Selasan di Watucongol.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu bagaimana konstruksi konseptual muraqabah dalam ajaran tasawuf Abu Hasan al-Syadzili; dan bagaimana konsep muraqabah tersebut diinternalisasikan, dihayati, dan dialami secara eksistensial dalam praktik Tradisi Selasan di Watucongol sebagai laku spiritual yang hidup dan terus dijalankan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep muraqabah dalam perspektif Abu Hasan al-Syadzili sekaligus proses internalisasinya dalam kehidupan keberagamaan masyarakat.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap Risalah al-Amin karya Abu Hasan al-Syadzili dan berbagai literatur tasawuf yang relevan, serta penelitian lapangan melalui observasi, wawancara mendalam dengan KH. Muhammad Aly Qoishor selaku mursyid Tarekat Syadziliyah, pengurus, dan jamaah Tradisi Selasan di Watucongol, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif dengan menggunakan perspektif fenomenologi Alfred Schutz untuk memahami pengalaman hidup (lived experience) para jamaah.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa muraqabah dalam ajaran Abu Hasan al-Syadzili merupakan kesadaran spiritual yang dibangun melalui penyucian jiwa, dzikir, tafakur, mahabbah, dan tawakal sehingga melahirkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan. Dalam Tradisi Selasan, konsep tersebut diinternalisasikan melalui pengajian, dzikir, istighfar, shalawat, amaliah Tarekat Syadziliyah, dan bimbingan mursyid yang dilakukan secara istiqamah. Proses ini membentuk pengalaman spiritual yang ditandai dengan meningkatnya semangat beribadah, ketenangan batin, perubahan akhlak, kemampuan mengendalikan emosi, serta tumbuhnya sikap tawakal. Berdasarkan analisis fenomenologi Alfred Schutz, pengalaman tersebut membentuk lifeworld (dunia kehidupan) religius yang menjadikan muraqabah tidak hanya dipahami sebagai konsep tasawuf, tetapi bertransformasi menjadi living spirituality, yaitu spiritualitas yang diinternalisasikan, dihayati, dipraktikkan, dan diwariskan secara berkelanjutan melalui Tradisi Selasan di Watucongol.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.267 Islam dan Seni, Islam dan Budaya, Seni Islam, Budaya Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_79073"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_79073_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_79073_1083107_1" SIZE="8856224" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79073/1/22105010052_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79073/1/22105010052_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_79073_1083108_1" SIZE="19034842" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79073/2/22105010052_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79073/2/22105010052_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_79073_mods" ADMID="TMD_eprint_79073"><mets:fptr FILEID="eprint_79073_document_1083107_1"></mets:fptr><mets:fptr FILEID="eprint_79073_document_1083108_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>