TY - THES N1 - Roni Ismail, S. Th.I., M.S.I. ID - digilib79077 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79077/ A1 - Yuliana Ningsih Roqatin, NIM.: 22105020004 Y1 - 2026/08/18/ N2 - Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan perpaduan dua tradisi tasawuf besar yang menekankan keseimbangan antara dzikir lahir dan batin, ketaatan terhadap syariat, pembinaan akhlak, serta kehidupan sosial santri. Thoriqoh ini termasuk salah satu Thoriqoh al-Mu?tabarah yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dan diakui dalam tradisi keislaman. Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan terhadap santri sepuh Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah al-Mu?tabaroh (ITQON) di Dusun Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Darul Ulum. Para santri yang bermuqim di asrama thoriqoh berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang keresahan yang beragam, seperti keinginan memperoleh ketenangan, memperdalam ajaran agama, menemukan arah hidup, serta untuk mengatasi melemahnya spiritualitas. Kondisi tersebut mendorong mereka memilih thoriqoh sebagai jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperoleh ketenangan batin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kematangan beragama santri muqim Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah al-Mu?tabaroh (ITQON) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kematangan beragama mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan psikologi agama untuk melihat objektivitas keberagamaan para santri thoriqoh. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan akan dianalisis menggunakan teori kematangan beragama William James yang mengungkap empat karakteristik seseorang saintless atau sufi , yaitu Sensibilitas Akan Eksistensi Tuhan (Sensibility To The Exsistence Of God), Kesinambungan Hubungan Dengan Tuhan Melahirkan Pasrah Diri (Continuity With God And Surrender Of Self), Pasrah Yang Memunculkan Bahagia Bebas Dan Hilang Ego (Surrender Brings Happiness, Freedom, Loss Of Ego), dan Perubahan Emosi Menjadi Cinta Dan Harmoni (Change From Emotion To Love End Harmony). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan beragama santri thoriqoh dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kesadaran spiritual, motivasi, pengendalian diri, muhasabah, dan pemahaman agama yang mendalam. Sementara itu, faktor eksternal meliputi Faktor latar belakang keagamaan dan proses pembinaan spiritual, peran mursyid, peran keluarga, dan peran lingkungan sosial. Berdasarkan empat karakteristik kematangan beragama William James, santri muqim lebih dominan menunjukkan karakteristik kesinambungan dengan Tuhan melahirkan pasrah diri dan perubahan emosi menjadi cinta dan harmoni. Hal tersebut terlihat dari kemampuan santri dalam mengendalikan diri, menghadapi persoalan dalam kehidupannya dengan lebih tenang, serta mereka menjalani kehidupan dengan sikap pasrah dan berserah diri kepada Tuhan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah al-Mu?tabaroh (ITQON) dipilih santri muqim sebagai jalan spiritual karena memberikan arah yang lebih baik dalam mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadi sarana pembinaan batin yang berkesinambungan. Praktik dan nilai-nilai thoriqoh tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga berkontribusi terhadap ketenangan batin, pengendalian emosi, kerendahan hati, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, serta perkembangan kematangan beragama santri. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Kematangan Beragama KW - Santri KW - Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah al-Mu?tabaroh M1 - skripsi TI - KEMATANGAN BERAGAMA PARA SANTRI MUQIM THORIQOH QODIRIYAH WAN-NAQSYABANDIYAH AL- MU?THABAROH (ITQON) DI DUSUN REJOSO, KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG AV - restricted EP - 172 ER -