@phdthesis{digilib79078, month = {August}, title = {ORIENTASI BERAGAMA PEDAGANG DI MAJELIS TAKLIM SABILU TAUBAH DESA KARANGGAYAM KABUPATEN BLITAR}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105020049 Nabila Ilma Ambami}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag.}, keywords = {Orientasi Beragama, Gordon W. Allport, Pedagang, Majelis Taklim Sabilu Taubah, Psikologi Agama}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79078/}, abstract = {Orientasi beragama merupakan cara individu menempatkan agama dalam kehidupannya, yang menurut Gordon W. Allport terbagi menjadi orientasi intrinsik dan ekstrinsik. Orientasi intrinsik menjadikan agama sebagai pedoman hidup, sedangkan orientasi ekstrinsik menjadikan agama sebagai sarana mencapai tujuan tertentu. Perbedaan orientasi tersebut menarik dikaji pada pedagang di Majelis Taklim Sabilu Taubah Desa Karanggayam Kabupaten Blitar yang menjalankan aktivitas ekonomi dalam lingkungan keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis orientasi beragama pedagang berdasarkan perspektif Gordon W. Allport serta menjelaskan implikasi keberadaan Majelis Taklim Sabilu Taubah terhadap orientasi beragama, sikap, dan perilaku pedagang di lingkungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dalam perspektif psikologi agama. Analisis orientasi beragama menggunakan teori Gordon W. Allport yang membedakan orientasi beragama menjadi orientasi intrinsik dan orientasi ekstrinsik. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pedagang, pengelola majelis, dan jamaah yang dianggap mampu memberikan informasi sesuai fokus penelitian. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi beragama para pedagang di Majelis Taklim Sabilu Taubah Desa Karanggayam Kabupaten Blitar bersifat beragam dan dinamis berdasarkan dua orientasi beragama Gordon W. Allport, yaitu orientasi intrinsik dan orientasi ekstrinsik. Pedagang yang memiliki orientasi intrinsik menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam berdagang sehingga aktivitas ekonomi dipandang sebagai bagian dari ibadah dan sarana memperoleh keberkahan. Sementara itu, pedagang yang memiliki orientasi ekstrinsik memanfaatkan keberadaan majelis taklim sebagai peluang ekonomi karena tingginya jumlah jamaah yang hadir. Penelitian ini juga menemukan adanya perubahan orientasi beragama dari ekstrinsik menuju intrinsik yang dipengaruhi oleh pengalaman mengikuti pengajian, interaksi sosial, dan internalisasi nilai-nilai keagamaan. Orientasi beragama tersebut berimplikasi pada meningkatnya kualitas ibadah, terbentuknya karakter religius, hubungan sosial yang lebih harmonis, serta penerapan etika bisnis Islam yang diwujudkan melalui sikap jujur, amanah, bertanggung jawab, dan pelayanan yang baik dalam aktivitas perdagangan.} }