<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ORIENTASI BERAGAMA PEDAGANG DI MAJELIS TAKLIM SABILU TAUBAH DESA KARANGGAYAM KABUPATEN BLITAR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105020049</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nabila Ilma Ambami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Orientasi beragama merupakan cara individu menempatkan agama dalam&#13;
kehidupannya, yang menurut Gordon W. Allport terbagi menjadi orientasi intrinsik&#13;
dan ekstrinsik. Orientasi intrinsik menjadikan agama sebagai pedoman hidup,&#13;
sedangkan orientasi ekstrinsik menjadikan agama sebagai sarana mencapai tujuan&#13;
tertentu. Perbedaan orientasi tersebut menarik dikaji pada pedagang di Majelis&#13;
Taklim Sabilu Taubah Desa Karanggayam Kabupaten Blitar yang menjalankan&#13;
aktivitas ekonomi dalam lingkungan keagamaan. Penelitian ini bertujuan&#13;
menganalisis orientasi beragama pedagang berdasarkan perspektif Gordon W.&#13;
Allport serta menjelaskan implikasi keberadaan Majelis Taklim Sabilu Taubah&#13;
terhadap orientasi beragama, sikap, dan perilaku pedagang di lingkungan tersebut.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian&#13;
lapangan dalam perspektif psikologi agama. Analisis orientasi beragama&#13;
menggunakan teori Gordon W. Allport yang membedakan orientasi beragama&#13;
menjadi orientasi intrinsik dan orientasi ekstrinsik. Subjek penelitian dipilih&#13;
menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pedagang, pengelola majelis, dan&#13;
jamaah yang dianggap mampu memberikan informasi sesuai fokus penelitian. Data&#13;
diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi.&#13;
Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan&#13;
kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dijaga&#13;
melalui triangulasi sumber dengan membandingkan hasil observasi, wawancara,&#13;
dan dokumentasi.&#13;
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi beragama para&#13;
pedagang di Majelis Taklim Sabilu Taubah Desa Karanggayam Kabupaten Blitar&#13;
bersifat beragam dan dinamis berdasarkan dua orientasi beragama Gordon W.&#13;
Allport, yaitu orientasi intrinsik dan orientasi ekstrinsik. Pedagang yang memiliki&#13;
orientasi intrinsik menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam berdagang&#13;
sehingga aktivitas ekonomi dipandang sebagai bagian dari ibadah dan sarana&#13;
memperoleh keberkahan. Sementara itu, pedagang yang memiliki orientasi&#13;
ekstrinsik memanfaatkan keberadaan majelis taklim sebagai peluang ekonomi&#13;
karena tingginya jumlah jamaah yang hadir. Penelitian ini juga menemukan adanya&#13;
perubahan orientasi beragama dari ekstrinsik menuju intrinsik yang dipengaruhi&#13;
oleh pengalaman mengikuti pengajian, interaksi sosial, dan internalisasi nilai-nilai&#13;
keagamaan. Orientasi beragama tersebut berimplikasi pada meningkatnya kualitas&#13;
ibadah, terbentuknya karakter religius, hubungan sosial yang lebih harmonis, serta&#13;
penerapan etika bisnis Islam yang diwujudkan melalui sikap jujur, amanah,&#13;
bertanggung jawab, dan pelayanan yang baik dalam aktivitas perdagangan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.715 Psikologi Agama Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>