<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2026-10-14T03:24:19Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/cgi/export/eprint/79087/DIDL/digilib-eprint-79087.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/</dc:relation>
        <dc:title>MAKNA SIMBOLIK RITUAL BAKAR TONGKANG (GO GE CAP LAK) BAGI ETNIS TIONGHOA DI BAGAN SIAPIAPI RIAU</dc:title>
        <dc:creator>Cintami, NIM.: 22105020060</dc:creator>
        <dc:subject>201.7 Agama - Sosial Budaya</dc:subject>
        <dc:description>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Ritual Bakar Tongkang (Go Ge Cap Lak) sebagai&#13;
tradisi khas masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang menjadi&#13;
keunikan tersendiri karena hanya dilaksanakan di satu tempat tersebut, dan tidak ditemukan pada&#13;
komunitas Tionghoa di wilayah lain, baik di Indonesia maupun di negara asalnya, Tiongkok. Keunikan&#13;
tersebut menjadikan ritual ini sarat dengan nilai historis, spiritual, sosial, dan budaya yang khas,&#13;
sekaligus menjadi persoalan tersendiri karena semakin populernya ritual ini sebagai daya tarik wisata&#13;
justru berpotensi mengaburkan pemahaman terhadap makna asli yang dikandungnya. Ritual ini tidak&#13;
hanya menjadi peringatan atas perjalanan migrasi leluhur masyarakat Tionghoa menuju&#13;
Bagansiapiapi, tetapi juga menjadi media pewarisan identitas, makna, dan sistem kepercayaan yang&#13;
terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Persoalan mendasar yang melatarbelakangi penelitian&#13;
ini adalah bahwa di tengah perkembangan modernisasi dan meningkatnya perhatian terhadap budaya&#13;
lokal sebagai identitas daerah dan daya tarik pariwisata, ritual yang unik dan bersifat satu-satunya ini&#13;
justru semakin sering disaksikan oleh masyarakat luas, baik Tionghoa maupun non-Tionghoa, tanpa&#13;
disertai pemahaman yang memadai mengenai proses, tujuan, dan makna simbolik yang terkandung&#13;
dalam setiap rangkaian pelaksanaannya. Apabila kondisi ini dibiarkan berlangsung tanpa upaya&#13;
pendokumentasian dan pengkajian makna secara mendalam, dikhawatirkan ritual yang menjadi&#13;
identitas khas dan tidak tergantikan ini akan bergeser menjadi sekadar tontonan seremonial, sementara&#13;
nilai dan makna aslinya semakin terkikis seiring pergantian generasi. Oleh karena itu, penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui alasan dan tujuan dilaksanakannya Ritual Bakar Tongkang serta&#13;
menganalisis makna simboliknya bagi masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, agar keunikan&#13;
dan kekayaan makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara utuh dan tidak hilang&#13;
seiring berjalannya waktu.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research).&#13;
Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Ketua Yayasan Perguruan Wahidin&#13;
Bagansiapiapi, pengelola komunitas Bagansiapiapi Tempoe Doeloe, dan pengurus Kelenteng In Hok&#13;
King, serta dokumentasi dari berbagai sumber tertulis dan lapangan. Data dianalisis menggunakan&#13;
pendekatan deskriptif-analitis dengan teori simbol Ernst Cassirer yang memandang manusia sebagai&#13;
animal symbolicum yang memahami realitas melalui simbol.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Bakar Tongkang dilaksanakan sebagai bentuk&#13;
penghormatan kepada leluhur, ungkapan rasa syukur kepada Dewa Ki Hu Ong Ya, serta peringatan&#13;
atas migrasi masyarakat Tionghoa menuju Bagansiapiapi. Ritual ini meliputi persiapan replika&#13;
tongkang, doa dan persembahan, arak-arakan, pembakaran tongkang, serta pengamatan arah jatuhnya&#13;
tiang. Api, lilin, dan dupa dimaknai sebagai simbol komunikasi spiritual dan harapan replika tongkang&#13;
melambangkan perjalanan serta kehidupan baru sedangkan arah jatuhnya tiang dipahami sebagai&#13;
simbol orientasi rezeki pada masa mendatang. Berdasarkan analisis teori simbol Ernst Cassirer, Ritual&#13;
Bakar Tongkang dipahami sebagai sistem simbol yang merepresentasikan serta mewariskan makna&#13;
sejarah, spiritualitas, dan identitas kolektif masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi.</dc:description>
        <dc:date>2026-07-13</dc:date>
        <dc:type>Thesis</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/1/22105020060_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf</dc:identifier>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/2/22105020060_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Cintami, NIM.: 22105020060  (2026) MAKNA SIMBOLIK RITUAL BAKAR TONGKANG (GO GE CAP LAK) BAGI ETNIS TIONGHOA DI BAGAN SIAPIAPI RIAU.  Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.   </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/objectFile</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="text" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/1/22105020060_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/objectFile</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="text" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/2/22105020060_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>