<mets:mets OBJID="eprint_79087" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-10-20T02:11:27Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_79087_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>MAKNA SIMBOLIK RITUAL BAKAR TONGKANG (GO GE CAP LAK) BAGI ETNIS TIONGHOA DI BAGAN SIAPIAPI RIAU</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105020060</mods:namePart><mods:namePart type="family">Cintami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Ritual Bakar Tongkang (Go Ge Cap Lak) sebagai&#13;
tradisi khas masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang menjadi&#13;
keunikan tersendiri karena hanya dilaksanakan di satu tempat tersebut, dan tidak ditemukan pada&#13;
komunitas Tionghoa di wilayah lain, baik di Indonesia maupun di negara asalnya, Tiongkok. Keunikan&#13;
tersebut menjadikan ritual ini sarat dengan nilai historis, spiritual, sosial, dan budaya yang khas,&#13;
sekaligus menjadi persoalan tersendiri karena semakin populernya ritual ini sebagai daya tarik wisata&#13;
justru berpotensi mengaburkan pemahaman terhadap makna asli yang dikandungnya. Ritual ini tidak&#13;
hanya menjadi peringatan atas perjalanan migrasi leluhur masyarakat Tionghoa menuju&#13;
Bagansiapiapi, tetapi juga menjadi media pewarisan identitas, makna, dan sistem kepercayaan yang&#13;
terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Persoalan mendasar yang melatarbelakangi penelitian&#13;
ini adalah bahwa di tengah perkembangan modernisasi dan meningkatnya perhatian terhadap budaya&#13;
lokal sebagai identitas daerah dan daya tarik pariwisata, ritual yang unik dan bersifat satu-satunya ini&#13;
justru semakin sering disaksikan oleh masyarakat luas, baik Tionghoa maupun non-Tionghoa, tanpa&#13;
disertai pemahaman yang memadai mengenai proses, tujuan, dan makna simbolik yang terkandung&#13;
dalam setiap rangkaian pelaksanaannya. Apabila kondisi ini dibiarkan berlangsung tanpa upaya&#13;
pendokumentasian dan pengkajian makna secara mendalam, dikhawatirkan ritual yang menjadi&#13;
identitas khas dan tidak tergantikan ini akan bergeser menjadi sekadar tontonan seremonial, sementara&#13;
nilai dan makna aslinya semakin terkikis seiring pergantian generasi. Oleh karena itu, penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui alasan dan tujuan dilaksanakannya Ritual Bakar Tongkang serta&#13;
menganalisis makna simboliknya bagi masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, agar keunikan&#13;
dan kekayaan makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara utuh dan tidak hilang&#13;
seiring berjalannya waktu.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research).&#13;
Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Ketua Yayasan Perguruan Wahidin&#13;
Bagansiapiapi, pengelola komunitas Bagansiapiapi Tempoe Doeloe, dan pengurus Kelenteng In Hok&#13;
King, serta dokumentasi dari berbagai sumber tertulis dan lapangan. Data dianalisis menggunakan&#13;
pendekatan deskriptif-analitis dengan teori simbol Ernst Cassirer yang memandang manusia sebagai&#13;
animal symbolicum yang memahami realitas melalui simbol.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Bakar Tongkang dilaksanakan sebagai bentuk&#13;
penghormatan kepada leluhur, ungkapan rasa syukur kepada Dewa Ki Hu Ong Ya, serta peringatan&#13;
atas migrasi masyarakat Tionghoa menuju Bagansiapiapi. Ritual ini meliputi persiapan replika&#13;
tongkang, doa dan persembahan, arak-arakan, pembakaran tongkang, serta pengamatan arah jatuhnya&#13;
tiang. Api, lilin, dan dupa dimaknai sebagai simbol komunikasi spiritual dan harapan replika tongkang&#13;
melambangkan perjalanan serta kehidupan baru sedangkan arah jatuhnya tiang dipahami sebagai&#13;
simbol orientasi rezeki pada masa mendatang. Berdasarkan analisis teori simbol Ernst Cassirer, Ritual&#13;
Bakar Tongkang dipahami sebagai sistem simbol yang merepresentasikan serta mewariskan makna&#13;
sejarah, spiritualitas, dan identitas kolektif masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">201.7 Agama - Sosial Budaya</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_79087"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_79087_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_79087_1083243_1" SIZE="8547519" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/1/22105020060_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/1/22105020060_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_79087_1083244_1" SIZE="10571745" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/2/22105020060_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/2/22105020060_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_79087_mods" ADMID="TMD_eprint_79087"><mets:fptr FILEID="eprint_79087_document_1083243_1"></mets:fptr><mets:fptr FILEID="eprint_79087_document_1083244_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>