eprintid: 79087 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/90/87 datestamp: 2026-10-14 03:24:19 lastmod: 2026-10-14 03:24:19 status_changed: 2026-10-14 03:24:19 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Cintami, NIM.: 22105020060 title: MAKNA SIMBOLIK RITUAL BAKAR TONGKANG (GO GE CAP LAK) BAGI ETNIS TIONGHOA DI BAGAN SIAPIAPI RIAU ispublished: pub subjects: 201.7 divisions: ag_ag full_text_status: restricted keywords: Makna Simbolik, Ritual Bakar Tongkang, Etnis Tionghoa, Teori Simbol Ernst Cassirer. note: Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I., M.A. abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Ritual Bakar Tongkang (Go Ge Cap Lak) sebagai tradisi khas masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang menjadi keunikan tersendiri karena hanya dilaksanakan di satu tempat tersebut, dan tidak ditemukan pada komunitas Tionghoa di wilayah lain, baik di Indonesia maupun di negara asalnya, Tiongkok. Keunikan tersebut menjadikan ritual ini sarat dengan nilai historis, spiritual, sosial, dan budaya yang khas, sekaligus menjadi persoalan tersendiri karena semakin populernya ritual ini sebagai daya tarik wisata justru berpotensi mengaburkan pemahaman terhadap makna asli yang dikandungnya. Ritual ini tidak hanya menjadi peringatan atas perjalanan migrasi leluhur masyarakat Tionghoa menuju Bagansiapiapi, tetapi juga menjadi media pewarisan identitas, makna, dan sistem kepercayaan yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Persoalan mendasar yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bahwa di tengah perkembangan modernisasi dan meningkatnya perhatian terhadap budaya lokal sebagai identitas daerah dan daya tarik pariwisata, ritual yang unik dan bersifat satu-satunya ini justru semakin sering disaksikan oleh masyarakat luas, baik Tionghoa maupun non-Tionghoa, tanpa disertai pemahaman yang memadai mengenai proses, tujuan, dan makna simbolik yang terkandung dalam setiap rangkaian pelaksanaannya. Apabila kondisi ini dibiarkan berlangsung tanpa upaya pendokumentasian dan pengkajian makna secara mendalam, dikhawatirkan ritual yang menjadi identitas khas dan tidak tergantikan ini akan bergeser menjadi sekadar tontonan seremonial, sementara nilai dan makna aslinya semakin terkikis seiring pergantian generasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan tujuan dilaksanakannya Ritual Bakar Tongkang serta menganalisis makna simboliknya bagi masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, agar keunikan dan kekayaan makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara utuh dan tidak hilang seiring berjalannya waktu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Ketua Yayasan Perguruan Wahidin Bagansiapiapi, pengelola komunitas Bagansiapiapi Tempoe Doeloe, dan pengurus Kelenteng In Hok King, serta dokumentasi dari berbagai sumber tertulis dan lapangan. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan teori simbol Ernst Cassirer yang memandang manusia sebagai animal symbolicum yang memahami realitas melalui simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Bakar Tongkang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, ungkapan rasa syukur kepada Dewa Ki Hu Ong Ya, serta peringatan atas migrasi masyarakat Tionghoa menuju Bagansiapiapi. Ritual ini meliputi persiapan replika tongkang, doa dan persembahan, arak-arakan, pembakaran tongkang, serta pengamatan arah jatuhnya tiang. Api, lilin, dan dupa dimaknai sebagai simbol komunikasi spiritual dan harapan replika tongkang melambangkan perjalanan serta kehidupan baru sedangkan arah jatuhnya tiang dipahami sebagai simbol orientasi rezeki pada masa mendatang. Berdasarkan analisis teori simbol Ernst Cassirer, Ritual Bakar Tongkang dipahami sebagai sistem simbol yang merepresentasikan serta mewariskan makna sejarah, spiritualitas, dan identitas kolektif masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi. date: 2026-07-13 date_type: published pages: 116 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Cintami, NIM.: 22105020060 (2026) MAKNA SIMBOLIK RITUAL BAKAR TONGKANG (GO GE CAP LAK) BAGI ETNIS TIONGHOA DI BAGAN SIAPIAPI RIAU. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/1/22105020060_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79087/2/22105020060_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf