@mastersthesis{digilib79098, month = {April}, title = {PERSEPSI MASYARAKAT SAMIN TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SMA NU 1 KRADENAN (STUDI KASUS DI DESA SUMBER, KEC. KRADENAN, KAB. BLORA)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 10226130 Fandholin}, year = {2012}, note = {Prof. Dr. H. Maragustam, M.A.}, keywords = {Persepsi, Masyarakat Samin, Lembaga Pendidikan SMA NU 1 Kradenan}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79098/}, abstract = {Masyarakat Samin sebagai bagian dari masyarakat adat yang ada di negeri ini juga punya hak yang sama untuk mengecam pendidikan formal. Stigma yang sudah melekat pada masyarakat samin adalah masyarakat tertutup, lugu, sederhana, dan tidak mau menyekolahkan anak-anaknya di pendidikan formal. Masyarakat Samin sangat memegang teguh ajaran Samin, mereka berusaha mencerna dan memelihara kebudayaan mereka dengan menumbuhkan pada anak-anak mereka. Mereka mempunyai cara tersendiri dalam membentuk karakter anak-anaknya.Peneliti memilih Desa Sumber sebagai lokasi penelitian karena sebagian warganya yang menempati pedusunan Tambak masih memelihara tradisi ajaran samin dengan baik. Sementara itu berdirinya SMA NU I Kradenan yang tidak jauh dari pemukiman kaum samin, dimungkinkan akan memberikan kontribusi dalam pola pikir masyarakat Samin, yang di timbulkan karena intreraksi sosial yang terjadi sehari-hari. Dari interaksi tersebut kemungkinan tumbuhlah persepsi terhadap lembaga pendidikan ini. Secara metodologis, penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, untuk memberikan gambaran atau fakta mengenai persepsi masyarakat Samin terhadap lembaga pendidikan Islam SMA NU 1 Kradenan (studi kasus di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora). Setelah penelitian ini dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara masyarakat Samin dengan lembaga SMA NU 1 Kradenan walau masih sangat terbatas. Kesan eklusif masih menjadi kendala bagi lembaga SMA NU 1 Kradenan untuk masuk pada ranah pendidikan formal bagi komunitas Samin. Pendidikan formal yang ada di SMA NU 1 Kardenan nampak belum memberikan pengaruh terhadap pola pikir dan keterbukaan masyarakat Samin Dusun Tambak. Persepsi mereka dipengaruhi oleh ajaran yang diyakininya, sehingga dapat digambarkan bahwa masyarakat samin berpandangan bahwa pendidikan di SMA NU 1 Kradenan adalah baik dan bermanfaat karena mangajarkan kebaikan dan kerukunan. Akan tetapi mereka tetap menganggap pendidikan keluarga yang mereka terapkan pada anak-anaknya di rumah sudah cukup. Mereka tidak setuju kalau pendidikan harus diformalkan. Seandainya suatu saat ada anaknya yang ingin bersekolah di SMA NU 1 Kradenan mereka tidak melarangnya.} }