%A NIM.: 91511129 Rina Sulistyawati %O H.M Fahmi Muqoaddas M.Hum (Digitalisasi) %T NILAI NILAI ESTETIKA ISLAM PADA BANGSAL PURA PAKUALAMAN %X Salah satu peninggalan sejarah masa lampau yang sampai saat ini masih kokoh berdiri dan masih berkembang adalah Pura Pakualaman. Istana Pakualaman terletak di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Pakualaman. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, kraton merupakan salah satu objek pariwisata yang selain memiliki bentuk bangunan indah, juga mengandung makna simbolis yang mendalam sehingga layak mendapat penghargaan tinggi, salah satunya melalui nilai estetis pada bangunannya. Nilai estetis pada bangunan kraton dapat dilihat dari ornamen-ornamennya (ragam hias) dengan kombinasi warna serta penempatannya yang sesuai dengan fungsi ornamen, di antaranya untuk mempercantik atau memperindah bangunan agar tampak lebih indah dan agung sehingga menambah nilai dari bangunan tersebut. Bangsal-bangsal di Pura Pakualaman masing-masing memiliki ragam hias yang tidak hanya memperindah bangunan, tetapi juga mengandung arti atau nilai. Ragam hias yang digunakan meliputi bunga padma (teratai), lung-lungan, wajikan, sulur, gambar mulut raksasa, dan umpak bergambar api. Ragam hias tersebut diambil dari bentuk-bentuk naturalis (flora, fauna, dan alam) sebagai bentuk hubungan timbal balik antara alam dan pengalaman estetis manusia. Ragam hias pada Bangsal Pura Pakualaman selain indah juga mencerminkan nilai estetika Islam, seperti ragam hias sulur yang berfungsi menambah keindahan sekaligus mengandung makna tentang dinamika kehidupan manusia agar selalu ingat kepada Tuhan. Kata Kunci: Estetika Islam, Nilai Estetika, Bangsal Pura Pakualaman, Ragam Hias %K Estetika Islam, Nilai Estetika, Bangsal Pura Pakualaman, Ragam Hias %D 1998 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib79115