@phdthesis{digilib79120, month = {January}, title = {MASYARAKAT J{\"A}HILIYYAH DALAM WACANA AL-QUR'AN (Studi Tematik)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 91530826 Mastur}, year = {1999}, note = {Drs. II. I mam Chuseno, SII.}, keywords = {Masyarakat J{\=a}hiliyyah, Studi Tematik Al-Qur'an, Semantik Al-Qur'an, Hukum Allah}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79120/}, abstract = {Penelitian ini mengkaji pandangan al-Qur'an terhadap masyarakat J{\=a}hiliyyah guna memahami esensi J{\=a}hiliyyah yang sebenarnya, sehingga manusia dapat menghindari praktik-praktik kejahiliyahan dalam kehidupan sehari-hari. Para ahli sejarah umumnya melihat J{\=a}hiliyyah sebagai periode kehidupan Arab pra-Islam (J{\=a}hiliyyah al-'Arab). Namun, karena term tersebut tidak dibatasi secara spesifik dengan batasan waktu atau wilayah bangsa Arab tertentu di dalam al-Qur'an, penelitian ini bertujuan untuk menggali esensi al-Qur'an yang didukung oleh fakta-fakta historis, geografis, serta penafsiran dari kitab-kitab tafsir. Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan metode tematik (maudhu'i) dan pendekatan semantik. Sumber data primer yang digunakan meliputi ayat-ayat al-Qur'an tentang J{\=a}hiliyyah serta kitab-kitab tafsir seperti Fi Zilal al-Qur'an karya Sayyid Qutub, Tafsir al-Qur'an al-Hakim karya Syekh Muhammad Rasyid Rida, dan Jami' al-Bayan karya at-Tabari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:Konsep J{\=a}hiliyyah menurut al-Qur'an tidak menunjuk pada periode waktu tertentu atau sekadar arti kebodohan (buta huruf) dan keterbelakangan, melainkan menunjuk pada kondisi mental dan spiritual masyarakat yang hidup dalam kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan, kefasikan, dan kezaliman, serta menolak hukum Allah. Oleh karena itu, J{\=a}hiliyyah dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik pada masyarakat klasik maupun masyarakat modern yang beradab tinggi apabila menolak hidayah Ilahi. Tanda-tanda kejahiliyahan dalam al-Qur'an meliputi tidak adanya iman yang sungguh-sungguh kepada Allah (pemisahan antara akidah dan syariat), pembuatan hukum berdasarkan hawa nafsu yang bertentangan dengan hukum Allah, serta munculnya taghut yang menyesatkan manusia. Praktik-praktik kejahiliyahan termanifestasikan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bidang sosial (kesenjangan individualisme dan kolektivisme ekstrem), bidang politik (penguasa tiran dan feodalisme), bidang ekonomi (monopoli, eksploitasi, dan kapitalisme tanpa etika), serta bidang moral (dekadensi moral dan pelanggaran hak asasi manusia). Kata Kunci: Masyarakat J{\=a}hiliyyah, Studi Tematik Al-Qur'an, Semantik Al-Qur'an, Hukum Allah} }