eprintid: 79120 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/91/20 datestamp: 2026-10-14 06:41:55 lastmod: 2026-10-14 06:41:55 status_changed: 2026-10-14 06:41:55 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Mastur, NIM.: 91530826 title: MASYARAKAT JÄHILIYYAH DALAM WACANA AL-QUR'AN (Studi Tematik) ispublished: pub subjects: T divisions: jur_tha full_text_status: restricted keywords: Masyarakat Jāhiliyyah, Studi Tematik Al-Qur'an, Semantik Al-Qur'an, Hukum Allah note: Drs. II. I mam Chuseno, SII. abstract: Penelitian ini mengkaji pandangan al-Qur'an terhadap masyarakat Jāhiliyyah guna memahami esensi Jāhiliyyah yang sebenarnya, sehingga manusia dapat menghindari praktik-praktik kejahiliyahan dalam kehidupan sehari-hari. Para ahli sejarah umumnya melihat Jāhiliyyah sebagai periode kehidupan Arab pra-Islam (Jāhiliyyah al-'Arab). Namun, karena term tersebut tidak dibatasi secara spesifik dengan batasan waktu atau wilayah bangsa Arab tertentu di dalam al-Qur'an, penelitian ini bertujuan untuk menggali esensi al-Qur'an yang didukung oleh fakta-fakta historis, geografis, serta penafsiran dari kitab-kitab tafsir. Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan metode tematik (maudhu'i) dan pendekatan semantik. Sumber data primer yang digunakan meliputi ayat-ayat al-Qur'an tentang Jāhiliyyah serta kitab-kitab tafsir seperti Fi Zilal al-Qur'an karya Sayyid Qutub, Tafsir al-Qur'an al-Hakim karya Syekh Muhammad Rasyid Rida, dan Jami' al-Bayan karya at-Tabari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:Konsep Jāhiliyyah menurut al-Qur'an tidak menunjuk pada periode waktu tertentu atau sekadar arti kebodohan (buta huruf) dan keterbelakangan, melainkan menunjuk pada kondisi mental dan spiritual masyarakat yang hidup dalam kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan, kefasikan, dan kezaliman, serta menolak hukum Allah. Oleh karena itu, Jāhiliyyah dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik pada masyarakat klasik maupun masyarakat modern yang beradab tinggi apabila menolak hidayah Ilahi. Tanda-tanda kejahiliyahan dalam al-Qur'an meliputi tidak adanya iman yang sungguh-sungguh kepada Allah (pemisahan antara akidah dan syariat), pembuatan hukum berdasarkan hawa nafsu yang bertentangan dengan hukum Allah, serta munculnya taghut yang menyesatkan manusia. Praktik-praktik kejahiliyahan termanifestasikan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bidang sosial (kesenjangan individualisme dan kolektivisme ekstrem), bidang politik (penguasa tiran dan feodalisme), bidang ekonomi (monopoli, eksploitasi, dan kapitalisme tanpa etika), serta bidang moral (dekadensi moral dan pelanggaran hak asasi manusia). Kata Kunci: Masyarakat Jāhiliyyah, Studi Tematik Al-Qur'an, Semantik Al-Qur'an, Hukum Allah date: 1999-01-12 date_type: published pages: 97 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Mastur, NIM.: 91530826 (1999) MASYARAKAT JÄHILIYYAH DALAM WACANA AL-QUR'AN (Studi Tematik). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79120/1/91530826_BAB%20I_BAB%20PENUTUP%20dan%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79120/2/91530826_BAB%20II%20sampai%20BAB%20IV.pdf