TY - THES N1 - Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum. ID - digilib79125 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79125/ A1 - Faris Al Farisi, NIM.: 22105040046 Y1 - 2026/08/14/ N2 - Media memiliki peranan penting dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap realitas sosial dan keagamaan melalui proses representasi. Namun, representasi media terhadap kelompok sosial tertentu dapat menimbulkan persoalan ketika penyajian realitas tidak mempertimbangkan konteks sosial dan budaya yang melekat pada kelompok tersebut. Persoalan ini terlihat dalam polemik tayangan Xpose uncensored Trans7 pada 13 Oktober 2025 yang menampilkan tradisi pesantren dan memunculkan perdebatan mengenai representasi kehidupan pesantren dalam media. Polemik tersebut menunjukkan adanya perbedaan pemaknaan antara media televisi sebagai pembuat pesan dengan media online sebagai pihak yang memberikan respons melalui pemberitaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi resepsi dan pemaknaan empat media online (NU Online, Kompas.com, Tempo.co, dan Tirto.id) terhadap representasi pesantren dalam polemik tayangan Xpose uncensored Trans7. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan jenis studi dokumen untuk menganalisis pemaknaan teks berita media online. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan artikel pemberitaan terkait polemik tayangan Xpose uncensored Trans7 yang dipublikasikan oleh empat media online, yaitu NU Online, Kompas.com, Tempo.co, dan Tirto.id. Analisis data menerapkan teori resepsi Stuart Hall melalui model encoding-decoding untuk memetakan posisi pemaknaan khalayak media ke dalam tiga kategori, yakni posisi dominan-hegemonik, negosiasi, dan oposisi. Prosedur analisis dilakukan secara sistematis melalui tahap reduksi data pemberitaan, kategorisasi posisi resepsi berdasarkan orientasi redaksional masing-masing media, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU Online berada pada posisi oposisi karena menolak representasi pesantren yang dianggap mengabaikan konteks sosial dan budaya pesantren. Sementara itu, Kompas.com, Tempo.co, dan Tirto.id berada pada posisi negosiasi dengan pemaknaan yang berbeda sesuai orientasi masing-masing media. Kompas.com menekankan penyelesaian konflik, Tempo.co menyoroti keberagaman sosial dan budaya pesantren, sedangkan Tirto.id menekankan aspek struktural dan produksi media. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa resepsi media dipengaruhi oleh karakter institusional dan ideologi redaksional masing-masing media. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Resepsi Media KW - Stuart Hall KW - Encoding-Decoding KW - Representasi Pesantren KW - Ideologi Redaksional KW - Xpose Uncensored M1 - skripsi TI - RESEPSI INSTITUSI MEDIA ONLINE TEKS TERHADAP REPRESENTASI TRADISI PESANTREN DALAM TAYANGAN PROGRAM XPOSE UNCENSORED TRANS7 TANGGAL 13 OKTOBER 2025 AV - restricted EP - 125 ER -