@phdthesis{digilib79127, month = {January}, title = {MOHAMMED ARKOUN TENTANG WAHYU (STUDI PERBANDINGAN DENGAN ABU JA'FAR AT-TABARI DAN ABDULLAH YUSUF ALI)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 91530861 Mahrus}, year = {1998}, note = {Drs. H. Chumaidi Syarief Romas (Digitalisasi)}, keywords = {Mohammed Arkoun, Wahyu (Al-Wahy), Al-Qur'an, Abu Ja'far at-Tabari, Abdullah Yusuf Ali, Studi Perbandingan Tafsir (At-Tafsir Al-Muqaran)}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79127/}, abstract = {Penelitian ini mengkaji dan membandingkan konsep wahyu menurut pemikir kontemporer Mohammed Arkoun dengan penafsiran dua mufasir klasik dan modern, yaitu Abu Ja'far at-Tabari (pengarang J{\=a}mi' al-Bay{\=a}n 'an Ta'w{\=i}l {\=A}y al-Qur'{\=a}n) dan Abdullah Yusuf Ali (pengarang The Holy Qur'an: Text, Translation and Commentary). Menggunakan metode deskriptif-analitis dan komparatif (at-tafsir al-muq{\=a}ran), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana masing-masing tokoh memandang, menafsirkan, serta memosisikan konsep wahyu dan Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar dan konstruktif di antara ketiganya: At-Tabari cenderung menafsirkan al-wahy secara beragam sesuai konteks ayat dengan berpijak pada riwayat dan hadis (tafsir bi al-ma's{\=u}r), serta menempatkannya dalam kerangka teologis-ortodoks. Yusuf Ali menginterpretasikan wahyu melalui pendekatan bahasa Inggris, sastra, dan sosial-intelektual modern, dengan membedakan antara wahyu inspiratif/sugesti (seperti pada lebah atau manusia biasa) dan wahyu verbal tingkat tinggi yang diturunkan kepada para nabi melalui Malaikat Jibril. Mohammed Arkoun memandang wahyu dan Al-Qur'an melalui pendekatan linguistik modern (semiotika), historis-kritis, dan antropologis. Arkoun memetakan wahyu ke dalam wacana lisan (khit{\=a}b qur'{\=a}n{\=i}) pada masa Nabi hingga menjadi korpus resmi tertutup (Official Closed Corpus / Mushaf Utsmani) sebagai fakta budaya dalam masyarakat berkitab, serta mengkritisi batasan ortodoksi kaum tradisional. Kata kunci : Mohammed Arkoun, Wahyu (Al-Wahy), Al-Qur'an, Abu Ja'far at-Tabari, Abdullah Yusuf Ali, Studi Perbandingan Tafsir (At-Tafsir Al-Muqaran)} }