<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>MOHAMMED ARKOUN TENTANG WAHYU&#13;
(STUDI PERBANDINGAN DENGAN ABU JA'FAR AT-TABARI DAN&#13;
ABDULLAH YUSUF ALI)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 91530861</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mahrus</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji dan membandingkan konsep wahyu menurut pemikir kontemporer Mohammed Arkoun dengan penafsiran dua mufasir klasik dan modern, yaitu Abu Ja'far at-Tabari (pengarang Jāmi' al-Bayān 'an Ta'wīl Āy al-Qur'ān) dan Abdullah Yusuf Ali (pengarang The Holy Qur'an: Text, Translation and Commentary). Menggunakan metode deskriptif-analitis dan komparatif (at-tafsir al-muqāran), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana masing-masing tokoh memandang, menafsirkan, serta memosisikan konsep wahyu dan Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar dan konstruktif di antara ketiganya: At-Tabari cenderung menafsirkan al-wahy secara beragam sesuai konteks ayat dengan berpijak pada riwayat dan hadis (tafsir bi al-ma'sūr), serta menempatkannya dalam kerangka teologis-ortodoks. Yusuf Ali menginterpretasikan wahyu melalui pendekatan bahasa Inggris, sastra, dan sosial-intelektual modern, dengan membedakan antara wahyu inspiratif/sugesti (seperti pada lebah atau manusia biasa) dan wahyu verbal tingkat tinggi yang diturunkan kepada para nabi melalui Malaikat Jibril. Mohammed Arkoun memandang wahyu dan Al-Qur'an melalui pendekatan linguistik modern (semiotika), historis-kritis, dan antropologis. Arkoun memetakan wahyu ke dalam wacana lisan (khitāb qur'ānī) pada masa Nabi hingga menjadi korpus resmi tertutup (Official Closed Corpus / Mushaf Utsmani) sebagai fakta budaya dalam masyarakat berkitab, serta mengkritisi batasan ortodoksi kaum tradisional.&#13;
Kata kunci : Mohammed Arkoun, Wahyu (Al-Wahy), Al-Qur'an, Abu Ja'far at-Tabari, Abdullah Yusuf Ali, Studi Perbandingan Tafsir (At-Tafsir Al-Muqaran)</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Tafsir Hadist</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">1998-01-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>