@phdthesis{digilib79137, month = {July}, title = {HADIS DALAM KITAB SYARAH TASHIL IBNU MALIK (STUDI TAKHRIJ HADIS)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105050043 Rozan Amilatul Afnainiyah}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Nurun Najwah, M.Ag.}, keywords = {Takhrij Hadis, Ibnu Malik, Syar{\d h} at-Tashil, Syahid Lughawi, Na{\d h}wu, Saraf}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79137/}, abstract = {Hadis tidak hanya berkedudukan sebagai sumber hukum Islam setelah Al-Qur'an, tetapi juga memiliki peran penting dalam perkembangan linguistik Arab karena merepresentasikan bahasa Arab yang fasih. Dalam tradisi ilmu Na{\d h}wu, penggunaan hadis sebagai sy{\=a}hid lughaw{\=i} masih diperdebatkan. Berbeda dengan mayoritas ahli nahwu sebelumnya yang lebih mengutamakan Al-Qur'an dan syair Arab, Ibnu M{\=a}lik menjadikan hadis sebagai salah satu sumber penguat dalam penyusunan kaidah Na{\d h}wu dan {\d S}araf, khususnya dalam Syar{\d h} at-Tash{\=i}l. Namun, hadis-hadis yang dikutip umumnya hanya dicantumkan dalam bentuk matan tanpa penjelasan mengenai sumber dan kualitasnya, sehingga diperlukan penelitian melalui studi takhrij hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: (1) mengidentifikasi alasan Ibnu M{\=a}lik menjadikan hadis Nabi sebagai salah satu dasar penguat dalam kajian linguistik bahasa Arab, khususnya ilmu Na{\d h}wu dan {\d S}araf; dan (2) menganalisis kualitas tujuh hadis yang digunakan dalam Syar{\d h} at-Tash{\=i}l berdasarkan hasil takhrij hadis, sekaligus menjelaskan relevansinya sebagai sy{\=a}hid lughaw{\=i} dalam pembentukan kaidah Na{\d h}wu dan {\d S}araf. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan ilmu hadis yang bersifat deskriptif-analitis. Data primer penelitian berupa hadis-hadis yang terdapat dalam Syar{\d h} at-Tash{\=i}l karya Ibnu M{\=a}lik, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab-kitab hadis, kitab rij{\=a}l al-{\d h}ad{\=i}{\.s}, kitab takhrij, buku, serta jurnal ilmiah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi terhadap hadis-hadis yang dijadikan sampel penelitian, kemudian dianalisis menggunakan metode takhrij hadis, i?tib{\=a}r sanad, penelitian sanad dan matan, serta analisis deskriptif untuk mengetahui kualitas hadis dan karakteristik penggunaannya dalam pembentukan kaidah bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis yang dijadikan objek kajian memiliki kualitas yang dapat diterima sebagai hujah. Dari tujuh hadis yang dianalisis, mayoritas berstatus {\d s}a{\d h}{\=i}{\d h}, sedangkan sebagian lainnya berstatus {\d h}asan yang diperkuat oleh jalur periwayatan lain. Meskipun ditemukan beberapa catatan terkait perawi mudallis dan bentuk periwayatan tertentu, kelemahan tersebut dapat tertutupi oleh adanya mut{\=a}ba?{\=a}t dan syaw{\=a}hid yang menguatkan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Ibnu M{\=a}lik menggunakan hadis tidak hanya sebagai sumber ajaran keagamaan, tetapi juga sebagai sumber data kebahasaan untuk memperkuat kaidah Na{\d h}wu dan {\d S}araf.} }