TY - THES N1 - Prof. Dr. Ahmad Baidowi, S.Ag., M.Si. ID - digilib79156 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79156/ A1 - Nisa Ulhilma Syafitri, NIM.: 23205031030 Y1 - 2026/08/20/ N2 - Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya krisis ekologi yang akarnya terletak pada pemahaman antroposentrisme. Agama yang dituntut menyelesaikan krisis ini berupaya mengintegrasikan ajaran teologi dan kesadaran ekologi yang menghadirkan pemahaman ekoteologi. QS. al-A'r?f [7]: 73-79 berpotensi mengkritik pemahaman antroposentrisme. Sayangnya, penafsiran ayat ini didominasi pendekatan historis-naratif yang menghasilkan hikmah generik dan repetitif yang mengabaikan isu ekologi. Penelitian ini bertujuan menggali prinsip ekoteologi Islam dari QS. al-A'r?f [7]: 73-79 melalui pendekatan ma'n?-cum-magz?. Berikut tiga rumusan masalah penelitian ini: 1) Apa substansi QS. al-A?r?f [7]: 73-79 yang memuat kisah Nabi ??li? dan Kaum ?am?d dalam konteks ekoteologi Islam? 2) Apa kritik QS. al-A?r?f [7]: 73-79 terhadap pemahaman antroposentrisme dan tawarannya mengenai pemahaman ekoteologi Islam sebagai al-ma?n? al-t?rikh? dan al-magz? al-t?rikh?? dan 3) Apa al-magz? al-muta?arrik al-mu????r dari QS. al-A?r?f [7]: 73-79 dan prinsip ekoteologi Islam yang ditawarkannya? Penelitian ini berbentuk kualitatif berbasis studi pustaka (library research) yang diuraikan secara deskriptif dan analitis. Data primer mencakup teks ayat, literatur ma'n? cum magz?, asb?b al-nuz?l, kitab tafsir, hadis, dan kamus. Data sekunder mencakup buku, jurnal dan literatur pendukung. Penelitian ini bergerak menggunakan pendekatan ma'n? cum magz? yang diawali dengan menggali al-ma'n? al-t?rikh? lewat analisis linguistik, analisis intratekstual, analisis intertekstual dan analisis konteks historis mikro dan makro. Lalu, menemukan al-magz? al-t?rikh? untuk dikontekstualisasikan dengan fenomena dinamis terkini, khususnya isu krisis ekologi, menjadi al-magz? al-muta?arrik al-mu'??ir. Penelitian ini mengungkap tiga temuan. Pertama, substansi QS. al-A'r?f [7]: 73-79 dalam konteks ekoteologi Islam bertumpu pada struktur naratifnya yang menjadikan relasi manusia dan makhluk hidup sebagai penyebab konflik teologis, redaksi larangannya bersifat peka terhadap cara makhluk hidup mengalami kerugian, kecenderungan ekologis dan eko-teosentris pada penafsirannya dimunculkan oleh beberapa mufasir dan muatan ekologisnya diakui lintas penelitian. Kedua, ayat ini mengkritik antroposentrisme lewat sikap Kaum ?am?d yang menyembelih unta betina meskipun mereka mahir memahat gunung, sekaligus menawarkan ekoteologi berbasis tauhid, tergambar dari urutan dakwah ??li? yang mendahulukan seruan menyembah Allah Swt. sebelum perintah menjaga unta serta status ?am?d sebagai khalifah (pengelola bumi) yang diperkuat oleh konteks historis mikro dari asb?b al-nuz?l QS. al-Isr?' [17]: 59. Ketiga, signifikansi fenomenal dinamisnya menghasilkan tiga nilai moral, yaitu tauhid sebagai fondasi etika, penghormatan atas status kepemilikan Tuhan pada ciptaan dan perlindungan hak hidup makhluk, yang kemudian dirangkum penelitian ini menjadi prinsip n?qatull?h atau prinsip kepemilikan Tuhan, yaitu fondasi kesetaraan kosmis antara manusia dan alam karena keduanya sama-sama berstatus milik Allah Swt. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Prinsip Ekoteologi Islam KW - QS. al-A'raf [7]: 73-79 dan Teori Ma'na-Cum-Magza M1 - masters TI - PRINSIP EKOTEOLOGI ISLAM DALAM QS. AL-A'RAF [7]: 73-79 PERSPEKTIF MA'NA CUM MAGZA AV - restricted EP - 160 ER -