@mastersthesis{digilib79158, month = {August}, title = {ANALISIS FRAMING GAMSON PADA CERAMAH SALAFI BERBASIS AYAT-AYAT AL-QUR?AN DI TIKTOK}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 23205031107 Mirna Elisa}, year = {2026}, note = {Dr. Mahbub Ghozali}, keywords = {Salafi, TikTok, Framing Gamson}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79158/}, abstract = {Perkembangan media sosial terutama TikTok membuka ruang baru bagi penyebaran dakwah keagamaan. Salafi sebagai salah satu kelompok keagamaan yang memanfaatan media digital dalam menyampaikan pandangan mereka terhadap isu-isu yang muncul di masyarakat. Berbagai akun yang mengunggah potongan ceramah dari para ustdaz yang dikenal sebagai kelompok salafi. Akan tetapi, kehadiran ustadz yang dikenal dengan salafi tidak selalu diikuti dengan munculnya identitas salafi secara eksplisit dalam setiap konten yang diunggah di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akun-akun TikTok yang memposting potongan ceramah ustadz salafi dalam membingkai pesan keagamaan yang disampaikan dan melihat identitas salafi yang muncul dalam konten tersebut. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis konten dengan analisis framing model Wiliiam A. Gamson. Data primer yaitu akun-akun TikTok yang memposting potongan ceramah ustdaz salafi dengan beberapa ketentuan. Data sekunder berasal dari buku, artikel jurnal, tesis, dan karya tulis lainnya yang mendukung penelitian. Data yang diperoleh akan diolah dengan metode interaktif yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, menampilkan data dan memberikan kesimpulan. Hasil dari penelitian mengungkapkan beberapa temuan. Pertama, bentuk pesan keagamaan dilihat dari tema-tema keagamaan yang diangkat dalam ceramah bersifat umum seperti tauhid, ibadah dan moral yang tidak menunjukkan identitas salafi secara khusus. Kedua, akun-akun TikTok yang mengunggah ceramah salafi konsisten meminimalkan dalam penggunaan perangkat pembingkaian dan ditemukan satu slogan khas salafi, kisah yang merujuk kepada generasi al-salaf as\{-s\{a{\ensuremath{>}}lih\} dan visual yang menunjukkan salafi hanya dipertahankan pada penampakan figur penceramah sebagai penanda identitas salafi. Ketiga, perangkat penalaran dalam ceramah salafi sangat minim karakter khas teologi salafi. Elemen perangkat penalaran baik akar masalah, nilai moral dan konsekuensi hanya ditemukan beberapa ideologi salafi. Mayoritas tidak membingkai kerangka purifikasi agama yang kaku. Setiap konten ustadz yang identik dengan salafi tidak secara otomatis menjadikan konten yang dipublikasikan sebagai representasi dari identitas salafi. Sebagian besar konten yang dikemas dengan pesan keagamaan yang lebih umum agar dapat diterima oleh masyarakat secara luas terutama kalangan anak muda.} }