eprintid: 79171 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/91/71 datestamp: 2026-10-15 03:40:39 lastmod: 2026-10-15 03:40:39 status_changed: 2026-10-15 03:40:39 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Muhammad Taufiqqulhidayah Nur Waarits, NIM.: 24205031013 title: SEMIOTIKA LAFAZ-LAFAZ JARH WA TA'DIL (KAJIAN KITAB ALFAZ WA IBARAT AL-JARH WA AL-TA'DIL BAINA AL-IFRAD WA AL-TAKRIR WA AL-TARKIB WA DALALAT KULLIN MINHA ALA HAL AL-RAWI WA AL-MARWI KARYA AHMAD MA'BAD ABD AL-KARIM) ispublished: pub subjects: 297.1226 divisions: IH full_text_status: restricted keywords: Jarh wa Ta'dil, Ahmad Ma'bad Abdul Karim, Ferdinand de Saussure, Tarkib, Takrir note: Dr. Abdul Haris, M.Ag. abstract: Kajian ini berangkat dari kecenderungan pemaknaan terminologi jarḥ wa ta’dīl yang acapkali dipahami secara tekstual dan kaku. Pendekatan demikian berisiko memunculkan kekeliruan dalam menilai kredibilitas transmitter serta keabsahan mata rantai sanad. Riset ini dirancang untuk merekonstruksi, menguji, sekaligus memperluas kerangka pemikiran struktural Ahmad Ma’bad Abdul Karim dengan memanfaatkan pisau analisis Semiotika Struktural Ferdinand de Saussure. Melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), penelitian ini membedah bagaimana struktur lafaz evaluasi periwayat hadis beroperasi sebagai jaringan tanda yang memiliki logika serta tata bahasa khusus. Studi ini membuahkan tiga temuan mendasar. Pertama, konsep Ahmad Ma’bad terbukti membentuk arsitektur semiotika (langue) yang sistematis, di mana kosa kata jarḥ wa ta’dīl berlaku sebagai sistem penandaan (sign) yang terikat konvensi para pakar hadis (muṣṭalaḥāt al-muḥaddiṡīn), ujaran perseorangan kritikus berkedudukan sebagai tuturan riil (parole), dan jenjang kasta periwayat hadis (marātib) berperan sebagai nilai pembeda (valeur). Kedua, pembentukan makna (signification) terbagi ke dalam tiga pola linguistik: bentuk tunggal (al-ifrād) bekerja lewat relasi arbitrer yang dikawal oleh petunjuk internal (qarīnah dakhīliyyah) maupun eksternal (qarīnah khārijiyyah); bentuk pengulangan (at-takrīr) berfungsi menaikkan derajat periwayat hadis satu tingkat lebih tinggi pada hierarki ta’dīl; sedangkan bentuk sintaksis (at-tarkīb) memanfaatkan hubungan sintagmatik dan paradigmatik untuk menyatukan kriteria 'adālah dan ḍabṭ (tarkīb juz'ī) sekaligus memisahkan secara presisi antara status personal periwayat hadis (ḥāl al-rāwī) dan catatan atas riwayat tertentu (ḥāl al-marwī) melalui tarkīb kullī. Ketiga, riset ini mengonfirmasi adanya keselarasan epistemologis yang saling menguatkan antara teori Semiotika Saussurean dengan tradisi kritik sanad klasik, di mana teori modern ini hadir sebagai sarana verifikasi teoretis yang menyingkap logika bahasa para ahli hadis. date: 2026-08-18 date_type: published pages: 183 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Muhammad Taufiqqulhidayah Nur Waarits, NIM.: 24205031013 (2026) SEMIOTIKA LAFAZ-LAFAZ JARH WA TA'DIL (KAJIAN KITAB ALFAZ WA IBARAT AL-JARH WA AL-TA'DIL BAINA AL-IFRAD WA AL-TAKRIR WA AL-TARKIB WA DALALAT KULLIN MINHA ALA HAL AL-RAWI WA AL-MARWI KARYA AHMAD MA'BAD ABD AL-KARIM). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79171/1/24205031013_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79171/2/24205031013_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf