<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79173" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79173</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2026-10-15T04:06:30Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/cgi/export/eprint/79173/DIDL/digilib-eprint-79173.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79173/</dc:relation>
        <dc:title>Masjid Sebagai Simbol dan Medan Budaya Studi Kasus Masjid Al-Falah Kerto, Pleret, Bantul, Yogyakarta</dc:title>
        <dc:creator>Imam Muhsin, -</dc:creator>
        <dc:subject>297.351 Masjid, Tempat Ibadah</dc:subject>
        <dc:description>Artikel mengenai Masjid al-Falah di Kerto, Pleret, Bantul, &#13;
Yogyakarta, mengungkapkan betapa pentingnya peran masjid &#13;
sebagai lebih dari sekadar tempat ibadah; ia merupakan simbol &#13;
hidup yang merefleksikan identitas budaya masyarakat setempat. &#13;
Dalam konteks yang kaya akan sejarah dan tradisi, masjid ini telah &#13;
menjadi pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan kebudayaan yang &#13;
memperkuat kohesi sosial di antara warga.&#13;
Sejarah Kerto, yang pernah menjadi ibukota Mataram-Islam, &#13;
memberikan latar belakang yang mendalam tentang akar budaya &#13;
masyarakatnya. Tradisi-tradisi keagamaan, seperti praktik adzan &#13;
dua kali dan adzan limo, menunjukkan upaya gigih masyarakat &#13;
untuk melestarikan warisan leluhur mereka. Dalam menghadapi &#13;
perubahan yang dibawa oleh Muhammadiyah, masyarakat Kerto &#13;
menunjukkan keteguhan hati untuk mendirikan Masjid al-Falah &#13;
sebagai representasi keyakinan dan nilai-nilai yang mereka anut.&#13;
Peran tokoh agama, khususnya para kyai, sangat sentral &#13;
dalam proses ini. Mereka tidak hanya menjadi pemimpin &#13;
spiritual, tetapi juga penggerak masyarakat untuk bersatu dalam &#13;
membangun masjid yang mencerminkan identitas mereka. Melalui &#13;
peran ini, masjid al-Falah menjadi lebih dari sekadar bangunan &#13;
fisik; ia menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tempat di mana &#13;
pengetahuan dan nilai-nilai Islam diajarkan dan dipraktikkan.&#13;
Secara keseluruhan, Masjid al-Falah berfungsi sebagai &#13;
simbol kekuatan budaya dan identitas masyarakat Kerto. Ia terus berkembang, beradaptasi dengan konteks sosial dan budaya &#13;
yang ada, sekaligus memperkuat ikatan komunitas. Artikel ini &#13;
memberikan wawasan berharga dalam memahami hubungan &#13;
sinergis antara agama dan budaya, serta pentingnya masjid dalam &#13;
memperkuat struktur sosial di tingkat lokal. Dengan demikian, &#13;
Masjid al-Falah tidak hanya menjadi ruang suci, tetapi juga &#13;
menjadi jantung kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang &#13;
mengelilinginya.</dc:description>
        <dc:publisher>Idea Press</dc:publisher>
        <dc:date>2025</dc:date>
        <dc:type>Book Section</dc:type>
        <dc:type>PeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79173/1/Imam%20Muhsin_Masjid%20Sebagai%20Simbol%20dan%20Medan%20Budaya%20Studi%20Kasus%20Masjid%20Al-Falah%20Kerto%2C%20Pleret%2C%20Bantul%2C%20Yogyakarta.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Imam Muhsin, -  (2025) Masjid Sebagai Simbol dan Medan Budaya Studi Kasus Masjid Al-Falah Kerto, Pleret, Bantul, Yogyakarta.   In:  Jalinan Ilmu dan Peradaban: Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Informas.   Idea Press, Yogyakarta, pp. 155-172.  ISBN 978-623-484-194-7     </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/objectFile</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="text" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79173/1/Imam%20Muhsin_Masjid%20Sebagai%20Simbol%20dan%20Medan%20Budaya%20Studi%20Kasus%20Masjid%20Al-Falah%20Kerto%2C%20Pleret%2C%20Bantul%2C%20Yogyakarta.pdf"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79173/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>