<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Masjid Sebagai Simbol dan Medan Budaya Studi Kasus Masjid Al-Falah Kerto, Pleret, Bantul, Yogyakarta</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Imam Muhsin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Artikel mengenai Masjid al-Falah di Kerto, Pleret, Bantul, &#13;
Yogyakarta, mengungkapkan betapa pentingnya peran masjid &#13;
sebagai lebih dari sekadar tempat ibadah; ia merupakan simbol &#13;
hidup yang merefleksikan identitas budaya masyarakat setempat. &#13;
Dalam konteks yang kaya akan sejarah dan tradisi, masjid ini telah &#13;
menjadi pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan kebudayaan yang &#13;
memperkuat kohesi sosial di antara warga.&#13;
Sejarah Kerto, yang pernah menjadi ibukota Mataram-Islam, &#13;
memberikan latar belakang yang mendalam tentang akar budaya &#13;
masyarakatnya. Tradisi-tradisi keagamaan, seperti praktik adzan &#13;
dua kali dan adzan limo, menunjukkan upaya gigih masyarakat &#13;
untuk melestarikan warisan leluhur mereka. Dalam menghadapi &#13;
perubahan yang dibawa oleh Muhammadiyah, masyarakat Kerto &#13;
menunjukkan keteguhan hati untuk mendirikan Masjid al-Falah &#13;
sebagai representasi keyakinan dan nilai-nilai yang mereka anut.&#13;
Peran tokoh agama, khususnya para kyai, sangat sentral &#13;
dalam proses ini. Mereka tidak hanya menjadi pemimpin &#13;
spiritual, tetapi juga penggerak masyarakat untuk bersatu dalam &#13;
membangun masjid yang mencerminkan identitas mereka. Melalui &#13;
peran ini, masjid al-Falah menjadi lebih dari sekadar bangunan &#13;
fisik; ia menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tempat di mana &#13;
pengetahuan dan nilai-nilai Islam diajarkan dan dipraktikkan.&#13;
Secara keseluruhan, Masjid al-Falah berfungsi sebagai &#13;
simbol kekuatan budaya dan identitas masyarakat Kerto. Ia terus berkembang, beradaptasi dengan konteks sosial dan budaya &#13;
yang ada, sekaligus memperkuat ikatan komunitas. Artikel ini &#13;
memberikan wawasan berharga dalam memahami hubungan &#13;
sinergis antara agama dan budaya, serta pentingnya masjid dalam &#13;
memperkuat struktur sosial di tingkat lokal. Dengan demikian, &#13;
Masjid al-Falah tidak hanya menjadi ruang suci, tetapi juga &#13;
menjadi jantung kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang &#13;
mengelilinginya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.351 Masjid, Tempat Ibadah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Idea Press</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Book Section</mods:genre></mods:mods>