@incollection{digilib79176, booktitle = {Jalinan Ilmu dan Peradaban: Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Informas}, title = {Perkembangan Tradisi Ritual Ganti Langse di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Tahun 1988- 2019}, author = {- Muhammad Dzulfikar Al Kautsar and - Soraya Adnani}, address = {Yogyakarta}, publisher = {Idea Press}, year = {2025}, pages = {231--246}, keywords = {Tradisi Ritual Ganti Langse, Tradisi Lokal, Budaya Lokal}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79176/}, abstract = {Berdasarkan paparan di atas maka tulisan ini dapatlah disimpulkan bahwa yang memprakarsai Tradisi Ritual Ganti Langse yang ada di Palenggahan Agung Srigati, Desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi adalah Bapak Sumodarmojo. Tradisi ini mulai dilaksanakan pada tahun 1988. Yang melatarbelakangi adanya Tradisi Ritual Ganti Langse adalah berawal dari ditemukannya gundukan tanah dan batu yang ada di Alas Ketonggo Srigati oleh Sumodarmojo. Gundukan tanah tersebut yang awalnya dianggap biasa saja oleh masyarakat tapi setelah kehadiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX ke Alas Ketonggo Srigati maka gundukan tanah itu menjadi mempunyai nilai budaya dan spiritual. Dalam perjalanannya, Tradisi Ritual Ganti Langse mengalami dinamika dalam pelaksanaannya. Di tahun-tahun awal pelaksanaan Tradisi Ritual Ganti Langse ( 1988- 1999), ritualnya hanya berupa penggantian langse saja, namun di tahun 2000 ditambahi acaranya dengan acara wilujengan dan lorodan. Pada periode tahun 2010-2018 Tradisi Ritual Ganti Langse perkembangannya sangat pesat. Disamping adanya perhatian dari Pemerintah kabupaten Ngawi, yakni dengan memberikan dana untuk keperluan Tradisi Ritual Ganti Langse, juga ada penambahan Tari Bedaya Srigati, Kirab langse, dan kirab kereta kencana. Akhirnya dengan adanya Tradisi Ritual Ganti Langse maka berdampak pada bidang keagamaan, sosial, ekonomi,dan kebudayaan} }