<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Perkembangan Tradisi Ritual Ganti Langse di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Tahun 1988- 2019</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Dzulfikar Al Kautsar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Soraya Adnani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Berdasarkan paparan di atas maka tulisan ini dapatlah &#13;
disimpulkan bahwa yang memprakarsai Tradisi Ritual &#13;
Ganti Langse yang ada di Palenggahan Agung Srigati, Desa &#13;
Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi adalah Bapak &#13;
Sumodarmojo. Tradisi ini mulai dilaksanakan pada tahun 1988. &#13;
Yang melatarbelakangi adanya Tradisi Ritual Ganti Langse adalah &#13;
berawal dari ditemukannya gundukan tanah dan batu yang ada &#13;
di Alas Ketonggo Srigati oleh Sumodarmojo. Gundukan tanah &#13;
tersebut yang awalnya dianggap biasa saja oleh masyarakat tapi &#13;
setelah kehadiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX ke Alas &#13;
Ketonggo Srigati maka gundukan tanah itu menjadi mempunyai &#13;
nilai budaya dan spiritual.&#13;
Dalam perjalanannya, Tradisi Ritual Ganti Langse &#13;
mengalami dinamika dalam pelaksanaannya. Di tahun-tahun &#13;
awal pelaksanaan Tradisi Ritual Ganti Langse ( 1988- 1999), &#13;
ritualnya hanya berupa penggantian langse saja, namun di &#13;
tahun 2000 ditambahi acaranya dengan acara wilujengan dan &#13;
lorodan. Pada periode tahun 2010-2018 Tradisi Ritual Ganti &#13;
Langse perkembangannya sangat pesat. Disamping adanya &#13;
perhatian dari Pemerintah kabupaten Ngawi, yakni dengan &#13;
memberikan dana untuk keperluan Tradisi Ritual Ganti Langse, &#13;
juga ada penambahan Tari Bedaya Srigati, Kirab langse, dan &#13;
kirab kereta kencana. Akhirnya dengan adanya Tradisi Ritual &#13;
Ganti Langse maka berdampak pada bidang keagamaan, sosial, &#13;
ekonomi,dan  kebudayaan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">306.09598 Budaya Lokal</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Idea Press</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Book Section</mods:genre></mods:mods>