%A NIM.: 24205031026 Qadhra Putri Rafla Halci %O Prof. Dr. Saifuddin Zuhri, S.Th.i., MA. %T PEMBACAAN Q.S. AL-FATIHAH SEBELUM KEGIATAN MENGAJAR OLEH TENAGA PENDIDIK PADA LEMBAGA ALIF IQRA: STUDI LIVING QUR’AN %X Penelitian ini membahas praktik pembacaan Q.S. Al-Fātiḥah sebelum kegiatan mengajar oleh tenaga pendidik di Lembaga Alif Iqra dalam perspektif Living Qur’an. Praktik ini menarik dikaji karena pembacaan Al-Fātiḥah tidak dilakukan bersama murid dalam proses pembelajaran, melainkan dilakukan oleh guru sebelum mengajar, bahkan sebelum berangkat menuju rumah murid. Dalam praktik tersebut, Al-Fātiḥah sebagai sarana menghadirkan kesiapan batin, doa, dan kehadiran ruhani guru sebelum pertemuan fisik dengan murid berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk praktik pembacaan Q.S. Al-Fātiḥah sebelum mengajar, menganalisis bentuk resepsi dan makna yang diberikan oleh para tenaga pendidik, serta menelusuri proses transmisi dan transformasi praktik tersebut di lingkungan Lembaga Alif Iqra. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dalam kerangka studi Living Qur’an. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pembina lembaga, pihak manajemen, dan tenaga pendidik Alif Iqra, serta melalui observasi dan dokumentasi terhadap praktik pembacaan Al-Fātiḥah dalam lingkungan lembaga. Data sekunder diperoleh dari literatur yang berkaitan dengan Surah Al-Fātiḥah, resepsi Al-Qur’an, Living Qur’an, serta kajian pendidikan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori resepsi Al-Qur’an Ahmad Rafiq, terutama konsep resepsi fungsional serta transmisi dan transformasi praktik Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembacaan Q.S. Al-Fātiḥah sebelum mengajar dilakukan oleh tenaga pendidik sebagai bagian dari persiapan spiritual sebelum bertemu murid. Praktik ini dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti sebelum berangkat, dalam perjalanan menuju rumah murid, setelah salat, atau ketika guru teringat kepada murid di luar waktu pembelajaran. Resepsi terhadap Al-Fātiḥah di Alif Iqra menunjukkan beberapa fungsi utama, yaitu sebagai media penghadiahan pahala dan kehadiran ruhani, sarana persiapan spiritual, penguatan psikologis guru, serta pendukung relasi pedagogis antara guru dan murid. Selain itu, praktik ini ditransmisikan melalui tiga pola, yaitu rujukan terhadap tradisi keagamaan mengenai keutamaan Al-Fātiḥah, otoritas pembina dan struktur lembaga, serta tradisi diskursif yang hidup melalui narasi, pengalaman, kebiasaan, dan pemaknaan para guru. %K Living Qur’an, Resepsi Fungsional, Q.S. Al-Fātiḥah, Alif Iqra, Praktik Pedagogis %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib79196