TY - THES N1 - Prof. Dr. Nurus Sa?adah, S.Psi., M.Si., Psi. ID - digilib79201 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79201/ A1 - Riska Wahyuni, NIM.: 24205031036 Y1 - 2026/08/03/ N2 - Tekanan sosial yang disertai prasangka dan tuduhan terhadap individu berdasarkan persepsi masyarakat masih menjadi persoalan dalam kehidupan masyarakat modern. Persoalan tersebut memiliki relevansi dengan kisah Maryam dalam Q.S. Maryam [19]:16-28 yang menggambarkan pengalaman seorang perempuan ketika menghadapi tekanan sosial akibat prasangka dan tuduhan terhadap kehormatannya. Namun, penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut masih didominasi oleh pembacaan historis, moral, dan spiritual sehingga belum mengaktualisasikan rangkaian pengalaman Maryam sebagai proses strategi koping yang relevan bagi kehidupan kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengungkap strategi koping Maryam dalam menghadapi situasi krisis melalui pendekatan mana cum magza dengan menelaah makna historis (al-mana al-tarikhi), signifikansi historis (al-magza al-tarikhi), dan signifikansi dinamis kontemporer (al-magza al-mutaharrik al-muasir) Q.S. Maryam [19]:16-28. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kajian kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan sumber primer dan sekunder yang relevan. Pendekatan mana cum magza digunakan untuk menghubungkan makna historis ayat dengan signifikansinya bagi konteks kehidupan kontemporer melalui analisis aspek kebahasaan, hubungan antarteks, dan konteks historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Maryam [19]:16-28 merepresentasikan proses koping Maryam dalam menghadapi situasi krisis secara bertahap. Pertama, al-mana al-tarikhi menunjukkan bahwa rangkaian ayat menggambarkan sosok Maryam mulai sejak pengasingan diri, penerimaan kabar kehamilan, puncak krisis, hingga memperoleh pertolongan Allah. Kedua, al-magza al-tarikhi menunjukkan bahwa kisah Maryam berfungsi sebagai media tasliyah bagi Nabi Muhammad saw. dan kaum Muslim periode Makkah agar tetap teguh menghadapi tekanan, prasangka, dan penolakan dalam menyampaikan kebenaran. Ketiga, al-magza al-mutaharrik al-muasir menunjukkan bahwa Q.S. Maryam [19]:16-28 memuat pola strategi koping yang meliputi penguatan spiritual melalui audu, pengambilan jarak secara adaptif melalui intabazat, tindakan nyata melalui huzzi, pemulihan fisik melalui fakuli, regulasi emosi melalui wa qarri ayna, serta pengendalian komunikasi melalui sawman. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kisah Maryam dalam Q.S. Maryam [19]:16-28 dapat direaktualisasikan sebagai model strategi koping yang mengintegrasikan dimensi spiritual, psikologis, dan perilaku dalam menghadapi situasi krisis kontemporer. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Q.S. Maryam [19]:16?28 KW - Ma'na Cum Magza KW - Strategi Koping M1 - masters TI - STRATEGI KOPING MARYAM DALAM Q.S. MARYAM [19]: 16-28 PERSPEKTIF MA?NA CUM MAGZA AV - restricted EP - 456 ER -