TY - THES N1 - Tur Sina, Intertekstualitas, Pemaknaan, Al-Quran, Tradisi Literatur Yahudi ID - digilib79203 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79203/ A1 - Ahmad Afifi, NIM.: 24205031045 Y1 - 2026/08/10/ N2 - Ayat-ayat Al-Qur'an yang menyebut ??r S?n? menempati posisi signifikan dalam konstruksi naratif Al-Qur'an, melampaui sekadar rujukan pada lokasi geografis, dan membentuk relasi makna dengan tradisi keagamaan yang berkembang sebelum masa pewahyuan, namun kajian terdahulu umumnya berorientasi pada analisis komparatif Al-Qur'an dan tradisi teks Ibrani tanpa menempatkan ??r S?n? sendiri sebagai objek tekstual yang dikaji secara intertekstual. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menjelaskan konstruksi makna ??r S?n? melalui dua dimensi, yaitu pemaknaannya dalam korpus internal Al-Qur'an, serta relasi intertekstualnya dengan tradisi literatur Yahudi yang mendahului kemunculannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan yang deskriptif-analitis terhadap tiga belas ayat Al-Qur'an tentang ??r S?n? serta lima teks tradisi literatur Yahudi (Keluaran (Shemot) 3:1?6 dan 19:1?8, Ulangan (Devarim) 5:23?33, Talmud Bavli Avodah Zarah 2b, dan Kitab Yobel 4:25?26) yang diperoleh melalui Corpus Coranicum, dianalisis dengan memadukan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaņa, prinsip semantik relasional Izutsu untuk merumuskan kategori pemaknaan, serta tiga perangkat analitis yang diadopsi dalam kajian intertekstualitas Neuwirth: re-reading, shift, serta rejection and replacement. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, konstruksi makna ??r S?n? tersebar pada tiga belas ayat yang membentuk empat kategori saling beririsan, yaitu ??r S?n? sebagai ruang sakral pewahyuan, medium teofani, penanda perjanjian dan otoritas syariat, serta penanda geografis keberkahan, yang berkembang bertahap dari fase Makkiyyah menuju Madaniyyah. Kedua, kelima teks tradisi Yahudi menunjukkan konstruksi beragam sesuai penekanan teologis masing-masing, namun tetap berkorespondensi dengan keempat kategori yang sama, terbentuk dalam konteks sosio-historis Arab Pra-Islam yang plural secara religius. Ketiga, Al-Qur'an secara konsisten membaca ulang struktur naratif dasar ??r S?n?, sembari mengalami pergeseran orientasi pemaknaan menuju epistemologis, teologis, etis, hingga historis-empiris-retoris, yang menjauhkan titik berat argumentatif dari partikularisme tradisi sebelumnya menuju ranah fungsional berpusat pengalaman dan tanggung jawab manusia; penolakan dan penggantian hanya signifikan pada kategori penanda perjanjian dan otoritas syariat, yang dalam tradisi Yahudi memuat partikularisme etnis-teologis paling eksplisit, yakni eksklusivitas etnis penerimaan Taurat dan institusionalisasi permanen kenabian sebagai perantara, digantikan dengan konstruksi akuntabilitas moral individual yang lebih terbuka. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - ??r S?n? KW - intertekstualitas KW - pemaknaan KW - Al-Qur'an KW - tradisi literatur Yahudi M1 - masters TI - INTERTEKSTUALITAS PEMAKNAAN TUR SINA DALAM AL-QUR?AN DAN TRADISI LITERATUR YAHUDI AV - restricted EP - 176 ER -