<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>DINAMIKA AL-DAKHIL DALAM TAFSIR LUBAB AL-TA’WIL FI MA‘ANI AL-TANZIL KARYA AL-KHAZIN: ANALISIS PENAFSIRAN AYAT-AYAT NON-KISAH DALAM AL-QUR’AN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031048</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nadia Tamara Rifa Auzia</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji al-dakhil dalam penafsiran ayat-ayat non-kisah pada Tafsir Lubab al-Ta’wil fi Ma‘ani al-Tanzil karya Al-Khazin, dengan fokus pada surah al-Mulk, al-Qalam, dan al-Haqqah. Kajian ini didasarkan pada temuan bahwa al-dakhil tidak hanya ditemukan dalam penafsiran ayat-ayat kisah, tetapi juga pada ayat-ayat non-kisah dan mutasyabihat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk al-dakhil serta menganalisis faktor yang melatarbelakangi kemunculannya dalam Tafsir Al-Khazin.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Analisis menggunakan teori al-dakhil fi al-tafsir Abd al-Wahhab Fayed dan perspektif genealogi tradisi tafsir Walid Saleh. Sumber data utama penelitian adalah Tafsir Lubab al-Ta’wil, khususnya penafsiran ayat-ayat non-kisah dan mutasyabihat pada surah yang diteliti.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, al-dakhil dalam Tafsir Lubab al-Ta’wil berupa hadis da‘if dan riwayat Isra’iliyyat yang ditemukan pada penafsiran ayat-ayat non-kisah dan mutasyabihat. Dalam surah al-Mulk ditemukan pada ayat 2 dan 3, surah al-Qalam pada huruf muqatta‘ah “Nun”, dan surah al-Haqqah pada ayat 17 tentang pemikul ‘Arsy. Al-Khazin cenderung menghimpun berbagai riwayat tanpa selalu memberikan penilaian rinci terhadap kualitas sanad dan matan. Kedua, keberadaan al-dakhil berkaitan dengan transmisi tradisi tafsir sebelumnya, terutama Tafsir Ma‘alim al-Tanzil karya Al-Baghawi. Kesamaan sumber, struktur, dan pola penyajian riwayat menunjukkan keberlanjutan tradisi tersebut. Dalam perspektif genealogi Walid Saleh, Al-Khazin dapat diposisikan sebagai pewaris sekaligus penerus tradisi Al-Baghawi. Dengan demikian, al-dakhil dalam Tafsir Al-Khazin tidak hanya berkaitan dengan persoalan validitas riwayat, tetapi juga mencerminkan proses transmisi dan pewarisan tradisi tafsir.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>