%A NIM.: 24205031050 Abdul Aziz Shutadi %O Prof. Dr. Saifuddin Zuhri, S.Th.I., M.A. %T RESEPSI PEMAIN FUTSAL SERIES TERHADAP AYAT AL-QUR’AN DALAM RITUAL AIR DOA SEBELUM PERTANDINGAN DI CIREBON: KAJIAN INTERKONEKSI AGAMA DAN OLAHRAGA %X Penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan air doa yang digunakan oleh pemain futsal dalam kompetisi Futsal Series di Cirebon. Praktik ini menempatkan al-Qur’an pada titik temu antara ajaran agama dan realitas kebutuhan pragmatis dalam dunia olahraga yang sering kali memicu perdebatan mengenai batas antara tabarruk dan praktik klenik. Fokus penelitian ini adalah mengungkap latar belakang fenomena tersebut, menganalisis bagaimana pemain meresepsi ayat al-Qur’an, serta memahami pergeseran makna yang terjadi dalam ritual tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemain dan tokoh agama di Pondok Pesantren Mukasyafah Arifin Billah serta dokumentasi. Pisau analisis yang digunakan adalah teori resepsi Hans Robert Jauss untuk melihat pergeseran makna dan horizon ekspektasi, serta teori praktik sosial Pierre Bourdieu untuk memahami dinamika habitus dan modal dalam arena kompetisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenoeman air doa berakat dari tradisi ngalap berkah yang telah diwariskan secara turun-temurun dan dikonstruksi oleh pengaruh figure kyai di lingkungan pesantren. Dalam resepsi pemain, ayat-ayat al-Qur’an (seperti QS. al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq, dan al-Na>s) tidak dipahami secara tekstual-eksegetis, melainkan diresepsi secara fungsional sebagai instrumen psikologis untuk membangun ketenangan, rasa percaya diri dan kesiapan mental sebelum bertanding. Meskipun pemain merasakan efek fisik seperti kesegaran dan stamina yang meningkat, mereka tetap menematkan latihan teknis sebagai faktor utama keberhasilan, sementara air doa dipandang sebagai pendukung (support system) spiritual pergeserab makna ayat al-Qur’an menjadi praktik yang dianggap mistis atau klenik oleh pihak luar terjadi karena adanya kesenjangan antara praktik performatif yang dilakukan pemain dengan pemahaman normatif masyarakat umum. Praktik ini membuktikan bahwa dalam interkoneksi agama dan olahraga, ayat al-Qur’an tidak lagi sekedar menjadi teks suci, melainkan telah dialinhfungsikan menjadi modal simbolik yang diyakini berkontribusi dalam pencapaian modal fisik untuk meraih kemenangan di lapangan. %K Resepsi, Air Doa, Al-Qur’an, Futsal %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib79207