<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>INTEGRASI AL-QUR'AN DAN KESEHATAN MENTAL DI INSTAGRAM: ANALISIS LEGITIMASI TERAPEUTIK MELALUI KERANGKA RESEPSI ESTETIKA WOLFGANG ISER</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031092</mods:namePart><mods:namePart type="family">Alin Zata Amni</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji integrasi Al-Qur’an dan kesehatan mental dalam konten&#13;
dakwah di Instagram dengan menggunakan teori resepsi estetika Wolfgang Iser dan konsep&#13;
legitimasi terapeutik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan ayatayat&#13;
Al-Qur’an dalam wacana self-healing, ketenangan hati, dan pemulihan psikologis di&#13;
ruang digital. Fokus penelitian diarahkan pada lima akun Instagram, yaitu quranreview, al-&#13;
Qur’an. therapy, bareng Quran, official. Rumah muslim, dan HAMZAH.JOURNEY.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konkretisasi ayat Al-Qur’an oleh pembaca&#13;
tersirat, mengidentifikasi pemanfaatan Leerstellen atau ruang kosong dalam teks ayat, serta&#13;
membedakan fungsi ayat sebagai sumber gagasan terapeutik dan sebagai legitimasi terhadap&#13;
narasi psikologis yang telah dibentuk sebelumnya.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis,&#13;
resepsi estetika, dan etnografi virtual. Data primer penelitian berupa 25 unggahan Instagram&#13;
dari lima akun yang diteliti. Data dikumpulkan melalui dokumentasi digital dan studi&#13;
kepustakaan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif melalui tahapan reduksi&#13;
data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dalam konten kesehatan mental di Instagram&#13;
diresepsi melalui proses konkretisasi yang dipengaruhi oleh struktur visual, bahasa psikologi&#13;
populer, pengalaman emosional, dan kebutuhan pembaca digital. Ayat Al-Qur’an berfungsi&#13;
dalam dua pola utama, yaitu sebagai sumber gagasan terapeutik dan sebagai legitimasi&#13;
retrospektif terhadap pesan self-healing. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa&#13;
integrasi Al-Qur’an dan kesehatan mental di Instagram tidak hanya merupakan bentuk&#13;
dakwah digital, tetapi juga menjadi proses pembentukan makna dan otoritas keagamaan yang&#13;
bersifat estetis, partisipatif, dan terapeutik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.122 Quran, Al-Qur'an, Alquran</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>