eprintid: 79222 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/92/22 datestamp: 2026-10-16 06:28:39 lastmod: 2026-10-16 06:28:39 status_changed: 2026-10-16 06:28:39 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Mukhlis Sore, NIM.: 24205031093 title: AL-QUR’AN TERJEMAHAN BAHASA GORONTALO: VERNAKULARISASI, AGENSI, DAN IDEOLOGI BAHASA ispublished: pub subjects: 297.12 divisions: pr_iat_s2 full_text_status: restricted keywords: Vernakularisasi, Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Gorontalo, Agensi Perempuan, Ayat Gender note: Dr. Phil, Fadhli Lukman, M.Hum. abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah tidak hanya merupakan proses alih bahasa, tetapi juga proses negosiasi antara makna wahyu, sistem kebahasaan, dan budaya lokal. Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Gorontalo (QTBG) merupakan salah satu bentuk vernakularisasi Al-Qur’an yang memperlihatkan perjumpaan antara nilai-nilai Islam dengan falsafah budaya Gorontalo. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji QTBG dari aspek linguistik, kesantunan bahasa, dan lokalitas, kajian mengenai agensi perempuan dalam proses penerjemahan serta penerjemahan ayat-ayat gender masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik QTBG, mengungkap peran perempuan dalam proses penyusunannya, serta menganalisis strategi penerjemahan ayat-ayat yang berkaitan dengan pernikahan, poligami, dan seksualitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan wawancara mendalam terhadap para penerjemah dan informan yang terlibat dalam penyusunan QTBG. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan historis-deskriptif untuk menelusuri sejarah dan karakteristik QTBG, sedangkan teori vernakularisasi Anthony H. Johns digunakan sebagai perangkat analisis untuk menjelaskan proses negosiasi makna antara teks Al-Qur’an dan budaya Gorontalo dalam penerjemahan ayat-ayat gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, QTBG merupakan produk vernakularisasi yang lahir dari kerja kolektif pemerintah daerah, ulama, akademisi, budayawan, dan masyarakat Gorontalo dengan tujuan membumikan Al-Qur’an sekaligus melestarikan bahasa Gorontalo. Kedua, perempuan memiliki agensi yang signifikan dalam tahap awal proses penerjemahan melalui keterlibatan ibu-ibu pengajian sebagai penerjemah awal, meskipun proses validasi akhir tetap dilakukan secara kolektif oleh tim penyelaras dan pentashih. Ketiga, penerjemahan ayat-ayat gender dalam QTBG memperlihatkan adanya strategi adaptasi semantik dan kultural melalui pemilihan diksi yang mempertimbangkan kesantunan berbahasa, nilai timamango, serta pandangan hidup masyarakat Gorontalo. Dengan demikian, penerjemahan tidak hanya berorientasi pada kesepadanan linguistik, tetapi juga pada kesepadanan konseptual dan kultural sehingga menghasilkan terjemahan yang komunikatif tanpa melepaskan pesan utama Al-Qur’an. date: 2026-08-13 date_type: published pages: 148 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Mukhlis Sore, NIM.: 24205031093 (2026) AL-QUR’AN TERJEMAHAN BAHASA GORONTALO: VERNAKULARISASI, AGENSI, DAN IDEOLOGI BAHASA. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79222/1/24205031093_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79222/2/24205031093_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf